Breaking News:

Habib Jafar Shodiq Ditangkap karena Hina Maruf Amin, Novel Bamukmin Sebut Kriminalisasi Ulama

enangkapan Habib Jafar Shodiq Alattas terkait dugaan penghinaan terhadap Maruf Amin, mendapat respons dari Sekretaris Korlabi, Novel Bamukmin.

Editor: Juang Naibaho
YouTube
Habib Jafar Shodiq Alattas 

Habib Jafar Shodiq Ditangkap karena Hina Maruf Amin Novel Bamukmin Sebut Kriminalisasi Ulama

TRIBUN-MEDAN.com - Penangkapan Habib Jafar Shodiq Alattas terkait dugaan penghinaan terhadap Maruf Amin, mendapat respons dari Sekretaris Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin protes penangkapan penceramah tersebut.

Habib Jafar Shodiq ditangkap Dittipidsiber Bareskrim Polri, setelah diduga menghina Wakil Presiden Maruf Amin dengan menyebut kata 'Babi' dalam ceramahnya beberapa waktu lalu.

Anggota FPI Bekasi itu ditangkap di kediamannya di Jalan Tipar Tengah, Cimanggis Depok, Kamis (5/12/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Menurut Novel Bamukmin, penangkapan koleganya di FPI itu merupakan bagian dari kriminalitas terhadap ulama di Indonesia.

"Kalau dilihat dengan membandingkan dari kasus-kasus penistaan agama yang kami (laporkan) dari Korlabi sudah ada kurang lebih 20 kasus yang kami laporkan. Diduga penistaan agama yang tidak diproses sampai saat ini," katanya.

“Jelas kasus Habib Jafar ini diduga jerat kriminalisasi ulama karena sangat cepat ditangkap," kata Novel Bamukmin saat dihubungi Tribunnews, Kamis (5/12/2019).

Oleh sebab itu, pihaknya bakal melakukan pendampingan hukum terhadap Habib Jafar Shodiq.

"Korlabi siap mendampingi Habib Jafar Shodiq Alatas," ucapnya.

Sebelumnya, penceramah Habib Jafar Shodiq Alattas ditangkap Tim Tindak Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Habib Jafar Shodiq memang tengah menjadi sorotan publik terkait ceamahnya yang menyebut kata ‘Babi’ terhadap Maruf Amin, beberapa waktu lalu. Video ceramah itu pun viral di media sosial.

Habib Jafar Shodiq diciduk di kediamannya di Jalan Tipar Tengah, Cimanggis Depok, Kamis (5/12/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Witutu, Ketua RT setempat, di kediaman rumah Habib Jafar Shodiq.

Dari kesaksiannya, Habib Jafar Shodiq dijemput oleh tim Mabes Polri.

"Jam setengah 12 itu dari kepolisian Mabes Polri itu permisi ke rumah, menanyakan ada enggak warga saya yang bernama Jafar Shodiq. Kebetulan kan rumahnya depan rumah, saya sebagai RT saya antar ke rumah beliau," kata Witutu saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Kondisi Terkini Rumah Hakim Jamaluddin, Tetangga Mengaku Belum Melihat Istri Almarhum

Lapor Putrinya yang SMP Hilang ke Polisi, Sang Ibu Terkejut Temukan Anaknya Jadi PSK di Hotel

Ketika didatangi, Habib Jafar Shodiq ternyata tidak ada di kediamannya.

Tak lama menunggu, akhirnya Habib Jafar Shodiq pun pulang bersama salah satu keluarganya.

Petugas kemudian langsung membawa Habib Jafar Shodiq ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan.

"Sekitar jam 12-an Pak Jafar-nya datang dan saya ajak ke rumah. Setelah itu dikasih tunjuk suratnya, sprin tugasnya dan dibawa ke mabes," ungkapnya.

Setelah penangkapan itu, kata dia, salah satu pengacara Habib Jafar Shodiq pun mendatangi rumahnya untuk mengambil surat penangkapan.

"Kebetulan rumahnya kosong, istrinya ke tempat orang tuanya. Jam 3 itu pengacaranya datang ke rumah ngambil surat penangkapan kalau enggak salah," jelasnya.

Sementara, Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menyatakan masih memeriksa kebenaran informasi tersebut.

"Cek dulu," ucapnya.

Habib Jafar diduga melanggar pasal 45A ayat 2 Jo 28 ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU 19 Tahun 2016 tentang ITE.

SIARAN LANGSUNG LInk LIve Streaming Timnas Indonesia vs Laos, Live RCTI Kick-off Pukul 15.00 WIB

Rekaman CCTV Perlihatkan Komplotan Perampok Gasak Grosir Todongkan Senpi Pada Korban

Sebelumnya, beredar video Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang isinya diduga menghina Wakil Presiden Maruf Amin dengan sebutan binatang.

Maruf Amin mengaku telah memaafkan dan tak ingin memproses ucapan tersebut ke pihak kepolisian.

"Kalau bagi saya memang harus memaafkan orang," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, video itu telah ada sejak pemilihan presiden lalu.

Ia berharap, siapa pun untuk tidak mudah menebarkan kebencian yang berlebihan.

"Kan itu narasi permusuhan, narasi kebencian, berlebihanlah. Menurut saya itu tidak baik. Oleh karena itu supaya tidak diulangi lagi lah yang seperti itu," harapnya.

Ketua MUI nonaktif itu mengaku enggan mempidanakan Habib Jafar Shodiq meski telah menghinanya.

"Tidak (dipolisikan), mudah-mudahan tentu dia bisa menyadari saja dan mengubah cara bernarasi. Jangan menyampaikan pesan yang tidak baik," tutur Maruf Amin.

Kepala Sekolah SD Tewas dalam Mobil tanpa Pakai Celana, Ada Tisu Bekas Lipstik, Ini Reaksi Keluarga

Di Depan Erick Thohir, Sandiaga Uno Tolak Halus Tawaran Jadi Bos Taspen, Ini Reaksi Menteri BUMN

Video berjudul 'Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas' menyebut KH MA'RUF AMIN Ustdz babi' itu diunggah di YouTube pada 30 November 2019 lalu.

Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas dalam video itu menceritakan kisah Nabi Musa As versi Islam.

Berikut ini petikan isi video yang telah ditonton lebih dari 81 ribu kali itu.

Sebuah riwayat di mana di zaman Nabi Musa AS ada seseorang yang belajar dengan Nabi Musa AS ketika mendapatkan ilmu, ini orang menyebarkan ilmunya untuk duniawi.

Agama yang dia dapatkan dia jual untuk duniawi. Akhirnya Allah ubah dirinya menjadi seekor babi.

Nabi Musa kaget, nabi musa kaget ketika seseorang memberi tahu kepada Nabi Musa, 'Ya Musa ini adalah muridmu'. Ini babi. Kata nabi Musa ini babi.

Akhirnya Nabi Musa meminta kepada Allah, 'Ya Allah jadikan kembali ini muridku dari babi berubah lagi jadi manusia'.

Apa kata Allah? 'Ya Musa andaikan engkau berdoa dengan doanya para nabi, tidak aku kabulkan ini babi berubah lagi menjadi manusia'.

Tapi Allah beri tahu pada dia, kepada Nabi Musa Allah beritahu, 'Kalau engkau ingin tahu ya Musa kenapa muridmu aku ubah menjadi seekor babi karena ini muridmu telah menjual agama untuk duniawinya'.

Maka kalau ada zaman ustad-ustad sekarang andai kata ada ustad-ustad bayaran, ada ustad2 target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi.

Berarti ustad-ustad bayaran apa? (jamaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (babi). Babi bukan? (babi). (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Video Habib Jafar Shodiq Alattas Hina Maruf Amin, Novel Bamukmin Anggap Kriminalisasi Ulama

Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved