Hog Cholera Ancam Festival Danau Toba, Ini Imbauan Ketua DPRD Sumut

Selama event ini berlangsung jangan membiarkan hewan peliharaan apapun keluar dari kandang.

Hog Cholera Ancam Festival Danau Toba, Ini Imbauan Ketua DPRD Sumut
Tribun Medan/Joseph Wesly Ginting
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Baru-baru ini Provinsi Sumatera Utara dibuat geger akan ribuan hewan ternak babi yang mati dalam keadaan mendadak.

Usut punya usut, ternyata hewan ternak tersebut terserang virus Hog Cholera yang dapat menyerang babi dengan begitu cepat.

Virus Hog Cholera mengancam Festival Danau Toba (FDT) 2019 di Prapat, Kabupaten Simalungun. Sekitar seribu lebih babi mati mendadak di beberapa daerah. Babi ini juga dibuang begitu saja ke sungai dan pinggir jalan, sehingga membuat masyarakat resah.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Baskami Ginting meminta kepada pemerintah untuk dapat memberikan vaksin Hog Cholera, pada peternak di sekitaran Danau Toba. Upaya ini, kata dia untuk mengantisipasi agar wisawatan tidak takut untuk datang melihat FDT.

Kepada masyarakat, selama event ini berlangsung jangan membiarkan hewan peliharaan apapun keluar dari kandang. Sebab, jika hewan berkeliaran tentunya akan membuat resah wisawatan yang datang.

"Hog Cholera, saya rasa ini harus dikandangkan dengan baik jangan dilepas sembarangan, harus kita tepatkan pada posisi kandang yang baik. Pemerintah setempat juga harus melakukan pengecekan dan mengimbau masyarakat setempat. Agar wisawatan tidak takut akan virus ini," ujarnya, Kamis (5/12/2019).

FDT akan diselenggarakan mulai dari 9-12 September mendatang. Event ini dipusatkan di wilayah Prapat. 

Baskami mengatakan, kepada pemerintah sebaiknya dapat bekerja dengan serius untuk dapat mengharumkan nama baik Sumut melalui event ini. 

Kemudian, ia meminta tidak hanya budaya dan adat Simalungun aja yang ditampilkan, tetapi seluruh Sumut wajib ditonjolkan pada FDT tersebut.

"Festival ini harus menonjolkan budaya dan adat istiadat yang ada di sana," ujarnya.

Selanjutnya, ia meminta selama event ini masyarakat dapat menunjukkan keramahtamahan kepada wisatawan yang datang. Perihal ini dilakukan, agar dapat membuat nyaman wisatawan berlama-lama di Danau Toba.

"Paling utama, keramahtamahan kita harus ditingkatkan. Karena banyak wisatawan yang akan datang," ungkapnya. 

Lalu, pemerintah, masyarakat dan pengusaha hotel dapat menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, masalah keamanan, kata dia harus ditingkatkan selama festival ini berlangsung.

"Kebersihan harus dapat di jaga, supaya wisata yang nyaman disana. Kemudian keamanan harus dapat dijaga, jangan ada hal-hal yang tidak dinginkan," jelasnya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved