Oknum Kepsek Obral Rayuan kepada Siswi SMP, Para Ortu Resah hingga Datangi DPRD

Mantan kepala sekolah yang baru pensiun per 1 Desember 2019 obral rayuan kepada siswi SMP.

Editor: Juang Naibaho
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi 

Oknum Kepsek Obral Rayuan kepada Siswi SMP, Para Ortu Resah hingga Datangi DPRD

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan kepala sekolah yang baru pensiun per 1 Desember 2019 obral rayuan kepada siswi SMP.

Total, ada sekitar 10 siswi SMP yang dapat rayuan gombal sang oknum kepsek.

Perilaku oknum Kepsek SMP di Kabupaten Buleleng, Bali membuat resah para orangtua siswi.

Dikutip dari TribunBali.com, para orangtua sampai mendatangi dinas setempat dan anggota DPRD Buleleng karena keresahan itu.

Oknum kepala sekolah berinisial DNT ini disebut-sebut mengirim pesan rayuan pada sejumlah muridnya.

Informasi warga sekitar, ada 10 anak yang mendapat rayuan dari sang oknum.

Kemudian, saat mengadu ke dinas setempat ada tiga anak yang mengaku mendapat rayuan sang oknum.

Sedangkan anggota DPRD setempat menyebutkan baru ada satu siswi yang mengadu.

Orangtua korban mengaku kaget atas apa yang dilaporkan anaknya perihal perilaku sang oknum.

"Kurang lebih isinya itu mirip mantan pacarnya (DNT)," ujar seorang sumber.

Pria Pemalak Nekat Bakar Warga Pakai Bensin, Suka Ancam Pakai Pisau, Akhir Nasibnya di Polrestabes

Gerindra Angkat Bicara Menyasar Megawati yang Sebut Pernah Bantu Pulangkan Prabowo Subianto

Nikita Mirzani Kaget saat Lihat Tagihan Listriknya yang Tiba-tiba Melonjak, Capai Rp 26 Juta

Rayuan Gombal

Informasi warga sekitar, ada 10 anak yang mendapat rayuan dari sang oknum.

Kemudian, saat mengadu ke dinas setempat ada tiga anak yang mengaku mendapat rayuan sang oknum.

Sedangkan anggota DPRD setempat, mengaku baru ada satu siswi yang mengadu.

Orangtua siswi mengaku kaget atas apa yang dilaporkan anaknya perihal perilaku sang oknum.

"Kurang lebih isinya itu mirip mantan pacarnya (DNT)," jelas sumber.

Kejadiannya, DNT nekat mengirimkan pesan singkat bernada rayuan kepada sejumlah muridnya saat masih menjabat sebagai kepala sekolah.

Hal ini lantas berhasil diketahui oleh para orangtua siswa, dan menuai protes.

Mereka sampai mendatangi dinas setempat dan anggota DPRD Buleleng karena keresahan itu.

Harga & Spesifikasi Redmi Note 8 Pro, Smartphone Terbaru Xiaomi Hadir di Indonesia, Keunggulannya

Mantan Kepala Sekolah Diklarifikasi

Hingga pada Selasa (3/12/2019), DNT bersama pihak komite, dan orantua siswa diundang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Darmaja untuk dimintai klarifikasi.

Dari pantauan, DNT bersama pihak komite sekolah, dan sejumlah orangtua siswa mendatangi kantor Disdikpora Buleleng sekira pukul 14.00 wita.

Pertemuan ini digelar selama satu setengah jam, dan tertutup dari awak media.

Seusai pertemuan, DNT bersama pihak komite sekolah kompak enggan memberikan komentar.

Demikian dengan para orangtua siswa, memilih untuk bergegas meninggalkan kantor Disdikpora Buleleng. "Ampura saya tidak bisa memberikan komentar," ucap DNT.

Hakim Jamaluddin- Terkini, Kapolda Sumut Ungkap Hasil Pemeriksaan Forensik, Fakta CCTV Rumah Hakim

Respon Dinas Pendidikan Buleleng

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Darmaja tidak menampik jika oknum kepala sekolah yang baru pensiun berinisial DNT telah mengirim pesan singkat bernada rayuan kepada sejumlah siswinya sejak seminggu belakangan ini.

Namun Gede Darmajaya baru mengetahui hal tersebut pada Senin (2/11/2019), atau sehari setelah sang kepala sekolah pensiun.

Sehingga pihaknya mencoba untuk menggali keterangan langsung dari DNT serta orangtua siswa.

"Berawal dari chating, guyonan menjadi penyebab. Yang bersangkutan sudah pensiun per 1 Desember kemarin," katanya.

Sementara terkait tuntutan dari para orangtua siswa, hanya ingin agar DNT jujur, sehingga permasalahan menjadi lebih jelas.

Dari pertemuan itu, DNT akhirnya mengakui bahwa dirinya telah mengirim pesan bernada rayuan kepada sejumlah siswinya.

Setelah mendapat pengakuan dari DNT, Darmaja mengklaim jika permasalahan ini sudah selesai.

"Tadi yang bersangkutan sudah jujur, dan permasalahan ini sudah selesai. Sudah damai. Dalam waktu dekat kami juga akan mendatangi sekolah tersebut, untuk meluruskan hal ini kepada seluruh siswa agar tidak menimbulkan keresahan, agar informasi ini tidak liar. Tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang mengarah ke hal yang negatif," terangnya.

Dengan adanya kasus ini, Darmaja mengimbau kepada seluruh warga sekolah, baik kepala sekolah maupun guru untuk menjaga martabat pendidikan.

"Pendidikan itu adalah profesi yang mulia. Jaga martabat pendidikan, jangan sampai tercoreng," ungkapnya. (TribunBali.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunbali.com dengan judul 10 Siswi SMP Bali Jadi Korban Rayuan Gombal Eks Kepala Sekolah: Berawal Chatting, Begini Akhirnya,

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved