Breaking News:

Pencopotan Camat

Ini Tugas Khusus Camat yang Baru Dilantik dan Wajib Diketahui Warga Deliserdang

Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar langsung memberi target kepada para camat yang baru dilantik

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Indra Gunawan
Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar memberikan ucapan selamat kepada Fitrian Sukri yang dilantik menjadi Camat Pantai Labu Jumat, (6/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar langsung memberi target kepada para camat yang baru dilantik, Jumat (6/12/2019).

Ketika memberikan bimbingan dan arahan diacara pelantikan terhadap pejabat eselon III dan IV, ia menyebut apa yang dilakukan ini adalah hal yang alamiah untuk menambah wawasan dan pengalaman kerja.

Disebut harus dimaknai kalau kegiatan pelantikan dilakukan untuk pembenahan dan pemantapan organisasi menuju ke arah yang lebih baik.

"Pesan saya khususnya kepada camat dan lurah, Deliserdang ini kabupaten yang baik, bagus dibandingkan dengan kabupaten lain di Sumut. Bupati punya visi misi Maju, Sejahtera, Religius dan Bersatu dalam Kebhinekaan. Artinya Deliserdang yang maju, tidak boleh lagi ada masyarakat yang tidak punya KTP ataupun Kartu Keluarga. Kita tidak mau dengar lagi ada masyarakat yang tidak bisa berobat ke Puskesmas maupun ke rumah sakit. Harus sama-sama dicermati ini," ujar Yusuf.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang ini menyebut Camat dan Lurah adalah pelindung dan pengayom. Untuk itu camat dan lurah harus dapat bekerja dengan maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita tidak mau dengar lagi ada warga yang mau berobat ke rumah sakit enggak bisa karena KTP dan KK nya itu tidak ada. Ini jabatan lain dari yang lain. Jadi harus dipahami," kata Yusuf.

Selain persoalan administrasi kependudukan, Yusuf sempat mengingatkan akan Program Berseri Pemkab Deliserdang. Dianggap kalau saat ini Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM) sudah mulai redup. Untuk itu ia meminta agar Camat dan Lurah bisa membangkitkan gerakan ini.

"Yang jelas jangan sampai ada masyarakat yang demo ke sini karena pelayanan bapak enggak baik," kata Yusuf.

Selain kepada camat dan lurah, Yusuf sempat juga menasehati istri yang menjadi Pendamping. Ia mengharapkan agar pasangan juga bisa membantu pekerjaan suaminya dengan baik. Disebutnya jangan pernah marah kalau suami pulang tengah malam karena pekerjaan camat dan lurah adalah 24 jam.

"Tapi jangan karena 24 jam jadi ada akal-akalan sehingga tidak pulang dan rupanya pergi ke tempat karaoke. Kalian (camat dan lurah) panutan. Dari kepala sampai kaki sudah jadi perhatian orang. Jaga jabatan ini, urusi masyarakat dan ayomi jangan pernah dianggap musuh. Tunjukkan bahwa saudara memang pantas mengemban amanah ini dan diberikan kepercayaan oleh pimpinan," katanya. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved