Ratusan Pelajar Diajak Sofyan Tan Belajar Nasionalisme dari Film Naga Bonar

Mengajak pelajar agar memupuk jiwa nasionalisme, dan belajar perjuangan dari sosok Naga Bonar yang awalnya hanya dikenal sebagai seorang kriminal. .

Ratusan Pelajar Diajak Sofyan Tan Belajar Nasionalisme dari Film Naga Bonar
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Ratusan pelajar antusias nobar Naga Bonar Reborn bersama Sofyan Tan di Manhattan Times Square, Jalan Gatot Subroto Nomor 217, Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (7/12/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota DPR RI Sofyan Tan ajak Ratusan pelajar Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, nonton bareng (nobar) Naga Bonar Reborn di Manhattan Times Square, Jalan Gatot Subroto Nomor 217, Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (7/12/2019).

Sebanyak 265 pelajar terlihat antusias menonton film yang diaktori oleh Gading Marten tersebut. Sofyan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna mengajak pelajar agar memupuk jiwa nasionalisme, dan belajar perjuangan dari sosok Naga Bonar yang awalnya hanya dikenal sebagai seorang kriminal, namun mampu memimpin pasukan di medan perang.

"Setiap tahun di hari pernikahan saya adakan syukuran. Ini semua adalah anak-anak asuh saya. Tujuan nobar ini ya sederhana, seperti dalam filmnya yang berisi tentang perjuangan, kebangsaan, dan lainnya. Meskipun sebagian menganggap Naga Bonar fiktif, tapi ini film cerita tentang Sumatera Utara," katanya.

"Saya tonton, filmnya sangat menarik, selain sebagai hiburan tentunya bisa memicu rasa cinta terhadap negeri kita. Diperlihatkan suasana alam yang asri, keindahan alam Sumut turut dieksplore dalam film. Kita harapkan ada inisiatif anak-anak untuk menjaganya," katanya.

Selain itu, hal menonjol dalam film ini katanya adalah semangat nasionalisme. Cinta negara katanya bukan hanya milik sekelompok orang, namun milik semua bangsa, sehingga jiwa nasionalisme anak milenial pun harus dipupuk dengan cara kreatif seperti menonton film.

"Saya harap anak asuh saya bisa belajar dari perjuangan para tokoh. Dan saya rasa film tersebut tetap relefan hingga sekarang, sebab kita tau nasionalisme itu banyak bentuknya," katany

Di era globalisasi, kata Sofyan anak muda dihadapkan dengan berbagai pilihan, tidak hanya persaingan secara ekonomi namun juga mencakup berbagai hal seperti membentuk kreatifitas dan inovasi.

"Indonesia pada tahun 2030 menghadapi bonus demografi yang diperkirakan 70% masyarakat Indonesia usia produktif kalau tidak dibekali ilmu pengetahuan dan jiwa nasionalisme dapat dijajah secara ekonomi," katanya

Selain itu kegiatan ini juga sebagai hiburan bagi para pelajar, karena bulan Desember mereka dihadapkan dengan ujian akhir semester. Kata Sofyan anak-anak yang ikut berasal dari anak kurang mampu sehingga momen ini sebagai bentuk motivasi kepada mereka.

"Mereka bisa menikmati ini sebagai bentuk motivasi, agar kelak ketika sukses dan mapan, mereka dapat melakukan hal yang serupa kepada anak lainnya. Semangat pantang menyerah terhadap kemiskinan, berbagi dan kebersamaan semoga bisa jadi pelajaran penting buat anak-anak," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved