Breaking News:

Christian Zebua Temui Mendagri Tito, Singgung Wacana Pemekaran Kepulauan Nias jadi Provinsi

Pada pertemuannya tersebut, dirinya memang menyinggung soal wacana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias.

Penulis: Dohu Lase |
TRIBUN MEDAN/HO
Ketua Umum Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Christian Zebua menemui Mendagri M Tito Karnavian, baru-baru ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Belum lama ini, tokoh masyarakat Nias, Christian Zebua datang menghadap Mendagri M Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Pertemuan kedua jenderal yang pernah bertugas di Tanah Papua ini dalam waktu bersamaan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Nias, terutama yang berada di Medan, Sumatera Utara.

Hal itu lantaran Christian merupakan Ketua Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, sedangkan Tito merupakan Mendagri yang salah satu urusannya menyangkut daerah otonomi.

"Ini diramai-ramaikan sama orang itu. Santai-santai saja pertemuan itu, enggak terlalu formal. Kita kan masih dalam usaha semuanya ini. Saya lihat itu, ramai saja," kata Christian kepada www.Tribun Medan. com via seluler, Minggu (8/12/2019).

Christian mengatakan, kunjungannya ke kantor Tito hari Selasa (3/12/2019) lalu itu tidak direncanakan sama sekali. Ia datang untuk sekadar silaturahmi.

"Itu (Mendagri Tito-red) teman saya. Saya telepon, dia suruh datang," ucap purnawirawan jenderal bintang dua ini.

Christian mengungkapkan, pada pertemuannya tersebut, dirinya memang menyinggung soal wacana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias.

"Saya bicara secara pribadi, lalu saya singgung soal kemungkinan moratorium (pembentukan Daerah Otonomi Baru-red) dibuka. Jawab dia (Tito-red), sementara masih belum, karena anggaran belum ada. Negara masih bergantung pada anggaran," ungkapnya.

Lebih lanjut, Christian menyebut, Kepulauan Nias perlu menjadi satu provinsi, karena banyak tertinggal di bidang pembangunan, terutama infrastruktur.

"Secara geografis, kita itu terpisah daratan dengan Sumatera. Dari ibu kota Sumatera Utara sendiri pun, rentang kendalinya jauh, berat, sehingga perlu, supaya fokus pembangunannya, aman daerahnya," sebut Christian.

"Itu sudah ada dalam kajian sebetulnya, kajian dari konsultan yang ditunjuk Kemendagri," imbuhnya.

Ditanyai lebih jauh, Christian buru-buru mengakhiri pembicaraan.

"Saya ada acara ini, iya. Maaf," ucapnya mengakhiri sambungan telepon.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved