Jalur Persorangan Sepi Peminat, KPU Binjai Buka Pendaftaran: Belum Ada Bacalon yang Datang

Geliat dinamika politik menjelang Pilwako Binjai 2020 terbilang masih sepi. Khusus jalur perseorangan

Jalur Persorangan Sepi Peminat, KPU Binjai Buka Pendaftaran: Belum Ada Bacalon yang Datang
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Staf KPU Binjai 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Geliat dinamika politik menjelang Pilwako Binjai 2020 terbilang masih sepi. Khusus jalur perseorangan bahkan belum satu pun Calon Wali Kota Binjai 2020 yang unjuk gigi mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Binjai, Minggu (8/12/2019).

Sejauh ini, KPU Binjai telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang ingin ikut dalam kontestasi pencalonan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dari jalur perseorangan untuk memanfaatkan Help Desk yang telah disediakan.

Komisioner KPU Binjai Divisi Teknis, Risno Fiardi mengatakan, agenda Help Desk untuk jalur perseorangan ini telah dibuka KPU Binjai mulai 3 Desember 2019 hingga 19 Februari 2020.

Dan belum satu pun yang mendatangi KPU secara resmi.

"Help Desk khusus jalur perseorangan sudah mulai buka, dan belum ada bacalon yang datang hingga 7 Desember ini. Kami imbau manfaatkan Help Desk di kantor KPU Binjai agar diberikan informasi dan tata cara mempersiapkan syarat-syarat dukungan calon," kata Risno Fiardi.

Risno juga menyerukan ke masyarakat yang bakal ikut Pilkawako 2020 melalui jarlur perseorangan untuk segera menyampaikan tim penghubung (LO) ke KPU Binjai.

LO akan didampingi KPU untuk terlatih terkait dengan penggunaan Silon.

"Terkait calon perseorangan, KPU Binjai telah mengumumkan syarat calon perseorangan baik melalui media sosial dan website KPU Binjai. Dalam pengumuman itu kami menunggu kedatangan calon perseorangan untuk mendaftarkan LO-nya," jelasnya.

Aturan KPU Binjai untuk jalur perseorangan merujuk kepada PKPU 15 tahun 2019 tentang perubahan tahapan, jadwal pilkada 2020 dan SE 2218 tentang pengumuman syarat calon perseorangan.

Selain itu juga, PKPU 18 tahun 2019 tentang pencalonan gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

Komisioner Divisi Parmas dan SDM KPU Binjai, Robby Effendi mengatakan sesuai tahapan, pihaknya akan melakukan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Pembentukn ini menjadi hal penting yang sangat menjadi perhatian.

"Penyelenggara pemilu di tingkat PPK, PPS dan KPPS juga memegang peranan penting dalam menyukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang berkualitas. Harapannya berjalan sesuai petunjuk, peraturan yang ada secara transparan, obyektif dan akuntabel," ujarnya.

Lanjut Robby, sesuai PKPU 16 tahun 2019 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan tahun 2020, pembentukan PPK dimulai 15 Januari 2020. Adapun masa kerja dimulai sejak 1 Februari.

"Pembentukan PPS dimulai 15 Februari dengan masa kerja dimulai 23 Maret 2020. Untuk persyaratan dan dokumen pendaftaran yang diperlukan untuk menjadi anggota PPK dan PPS ini akan kami sosialisasikan lebih lanjut lagi dalam waktu dekat," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved