YAF 2019, Saatnya Anak Muda Kembangkan Potensi Pertanian Sumatera Utara 

Posisi Sumatera Utara yang dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang juga merupakan tujuan ekspor

YAF 2019, Saatnya Anak Muda Kembangkan Potensi Pertanian Sumatera Utara 
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Staf Ahli Gu­bernur Sumut Bidang Hukum, Po­litik, dan Pemerintahan Naufal Mah­yar saat meresmikan Mobil Cafe dalam Youth Agripreneur Festival (YAF) 2019 yang diselenggarakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Sabtu (7/12/2019). Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong para entrepreneur muda di bidang pertanian untuk terus berkarya dan mengundang para generasi muda berkecimpung di sektor pertanian. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Posisi Sumatera Utara yang dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang juga merupakan tujuan ekspor bisa mendatangkan devisa dan mengungkit perekonomian Sumatera Utara maupun perekonomian Indonesia.

Maka dari itu penting untuk terus meningkatkan komoditas unggulan dan terus didorong peningkatan kualitas dan kuantitasnya agar ekspor dari Sumatera Utara khususnya bisa berkelanjutan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Dr.Idha Widi Arsanti,SP,MP dalam Youth Agripreneur Festival (YAF) 2019 yang diselenggarakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Sabtu (7/12/2019).

Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong para entrepreneur muda di bidang pertanian untuk terus berkarya dan mengundang para generasi muda berkecimpung di sektor pertanian.

"Sektor pertanian merupakan sektor unggulan terutama di Sumatera Utara. Ada beberapa komoditas unggulan misalnya kopi, tanaman pangan, tanaman hortikultura yang menjadi komoditas yang dikembangkan di provinsi ini. Pertanyaannya adalah siapa yang akan mengelola bisnis pertanian yang cukup menjanjikan di provinsi ini?" ujarnya.

Ia mengatakan peserta didik dan lulusan Polbangtan sudah terbukti menjadi agro sociopreneur. Ia juga mengajak agar semakin banyak generasi-generasi muda yang siap bekerja di sektor pertanian yang mumpuni dan kemudian siap menjadi penggerak sektor pertanian.

"Generasi muda milenial lebih dekat dengan teknologi, maka sektor pertanian akan dapat digerakkan dengan lebih cepat. Beberapa karya inovatif produk-produk unggulan dari mahasiswa ini akan didorong untuk kemudian bisa memenuhi pangsa pasar tertentu. Nilai tambah yang dihasilkan akan cukup bagus," imbuhnya.

Gubernur Sumatera Utara dalam kata sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gu­bernur Sumut Bidang Hukum, Po­litik, dan Pemerintahan Naufal Mah­yar mengatakan kontribusi sektor pertanian pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 21,40 % serta penduduk Sumatera Utara yang bekerja pada sektor pertanian sebanyak 44,50 % dari 5,99 juta penduduk yang tergolong angkatan kerja di Sumatera Utara.

"Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar rumah tangga di Sumatera Utara masih menggantungkan hidupnya di sektor pertanian, sehingga pertumbuhan sektor pertanian sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Ke depan pembangunan pertanian harus meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan usaha pertanian lainnya," ujarnya

Ia menuturkan berdasarkan data BPS bahwa saat ini petani yang berusia 35 tahun ke bawah hanya sebanyak 192.473 jiwa atau hanya 14,41 % dari jumlah petani yang ada di Sumatera Utara, usaha tani dianggap kurang menarik bagi generasi muda. Sehingga ke depan sektor pertanian bukan hanya dituntut untuk meningkatkan produksi tetapi harus mempunyai skema bisnis dan branding petani modern.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved