Bandar Narkoba Tewas Tertembus Peluru Saat Mau Diringkus, Polisi Tangkap Jaringannya di Karo

Satresnarkoba Polres Tanah Karo, berhasil mengamankan tiga orang pelaku penyalahgunaan narkoba, Minggu (9/12/2019) kemarin

Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Wakapolres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean (kiri), didampingi Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan SH (kanan), memaparkan tangkapan pelaku narkoba, di halaman apel Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (9/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Satresnarkoba Polres Tanah Karo, berhasil mengamankan tiga orang pelaku penyalahgunaan narkoba, Minggu (9/12/2019) kemarin. 

Dari ketiga pelaku ini, diketahui berinisial AJS, BSP, dan RSB. 

Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda, namun masih satu kawasan yang berdekatan.

Menurut keterangan dari Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan SH, salah satu dari kedua pelaku yang berada di mobil tersebut diduga merupakan bandar yang sering memasok narkoba ke wilayah Kabupaten Karo.

Pihaknya juga telah menetapkan pelaku yang berinisial BSP itu, sebagai Target Operasi (TO).

"Pelaku ini memang sudah target kita, dan merupakan residivis," ujar Ras Maju, di halaman apel Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (9/12/2019).

Dirinya mengungkapkan, pada saat pengejaran BSP sempat menghindar dan mencoba kabur. Ia mengaku, pada saat penangkapan kemarin sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Kemudian, pihaknya juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan betapa kali. Namun, pelaku tetap mencoba berusaha kabur dari kejaran petugas.

Akhirnya, karena sudah dinilai membahayakan bagi pengendara yang lain, personel terpaksa melakukan tindak tegas, dengan menembak kendaraan yang dikemudikan oleh BSP.

"Sesuai dengan standar operasional, kita juga memikirkan keselamatan masyarakat yang lainnya. Karena Sudah mengancam, makanya kita langsung menembak mobil tersebut, dan mengenai pelaku," katanya.

Dirinya mengungkapkan, dari tembakan yang diletuskan oleh personel, mengenai kepala bagian belakang pelaku. Sehingga, akibat dari terkena timah panas, akhirnya pelaku tersebut tewas karena kehabisan darah.

"Kita tembak satu kali dari bagaian kaca belakang, kemudaian menembus ke kepala belakang bagian kiri," ungkapnya. 

Ras Maju menjelaskan, awal mula pelaku yang ditangkap adalah ASJ. Dirinya menyebutkan, lokasi penangkapan ASJ berada di kawasan perkuburan di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Desa Doulu.

"Kemudian setelah penangkapan satu pelaku, kita lakukan pengembangan, kita dapatkan teman dari pelaku ini berada di Berastagi, langsung kita lakukan pengejaran," ucapnya.

Ras Maju mengatakan, pada saat akan dilakukan pengembangan ternyata pihaknya berselisih arah dengan dua pelaku lainnya. Dirinya mengatakan, dua pelaku tersebut datang dari arah Berastagi menuju Medan, dengan menggunakan sebuah mobil.

"Karena tersangka lainnya itu membuka kaca jendela, sehingga temannya yang sama kita melihat. Langsung kita putar balik untuk mengejarnya," katanya.

Dirinya menyebutkan, dari dalam mobil tersebut pihaknya mendapatkan barang bukti berupa narkotika jenis sabu-sabu, seberat 14,20 gram. Selain itu, petugas juga menyita yang tunai sebesar Rp.16.000.000, yang diduga hasil penjualan narkoba.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved