Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Minta Tong Sampah kepada Dirut BGR

Ke camat langsung boleh ke kami juga boleh mau berapa pun 1.000, 2.000, 3.000 tong sampah, Alhamdulillah.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Minta Tong Sampah kepada Dirut BGR
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Revitalisasi dimulai ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, dilanjutkan Direktur Utama BGR Logistics oleh M. Kuncoro Wibowo, di komplek pergudangan BGR Logistics Medan Jalan Titi Pahlawan Rengas Pulau, Medan Marelan, Medan, Senin (9/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri acara peletakan batu pertama (Groundbreaking) revatalisasi gudang PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Logistic di Jalan Titi Pahlawan, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Senin (9/12/2019).

Dalam kata sambutannya, Akhyar mengatakan pemerintah kota Medan akan mendukung pengembangan unit usaha di Kota Medan dan pihaknya akan mengawal untuk dapat terealisasinya pengembangan di Kota Medan sebagai pusat logistik.

"Kami support yang menjadi kewenangan kami, secara umum banyak pergudangan di Kota Medan baik milik BUMN maupun swasta cukup banyak dan kalau bisa terpusat disini syukur Alhamdulilah," ujar Akhyar.

Ia merasa sangat senang sebab Kota Medan akan menjadi pusat logistik nasional dan masyarakat Kota Medan sangat welcome untuk itu.

"Tadi saya ngobrol ngobrol dengan Pak Dirut BGR (M. Kuncoro Wibowo), kalau bapak ada untung bagi-bagilah sama kami pak, sama kota Medan. Bagi baginya terserah bapak kalau boleh saya minta tong sampah pak. Dan hal ini langsung disambut oleh pak Wibowo berapa banyak saya belum tahu, saya maunya sebanyak banyaknya," ungkapnya.

Kata Akhyar, begitu juga BUMN yang lain, bila ada untung dibagilah juga. "Jangan dibawa pulang semua ke Jakarta. Kalau bahasa Anak Medan ngecek, bahasa lainnya ngemis untuk kepentingan Kota Medan, kita butuh tempat sampah supaya warga bisa mewadahi sampah," ucapnya.

"Terserah berapa mau 1000 unit Alhamdulilah, kami dengan ikhlas menerimanya supaya kita semakin baik hidup di Kota Medan ini kita akan melayani semua," tambahnya.

Akhyar menjelaskan, pada saat rapat pergub dengan Presiden ini ada dua agenda besar bangsa yakni yang pertama menurunkan defisit neraca transaksi berjalan. Komponen utama adalah dari BBM, jadi dengan terpusat di Medan, maka ia yakin akan mengurangi konsumsi BBM.

"BBM kita lebih dari 50 persen sudah import jadi beban negara terhadap BBM sangat membebani walaupun sektor lain pertumbuhannya sangat tinggi tapi masih kalah dengan import Petrolin. Dengan terpusat disini, saya yakin lalu lintas semakin sedikit dan cost manajemen juga semakin kecil secara agregatif akan bisa menghemat di sektor BBM," ungkapnya.

Agenda besar bangsa kedua kata Akhyar, penciptaan tenaga kerja. Dengan adanya revitalisasi gedung ini dapat menyerap tenaga kerja juga.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved