Promosi Kabaharkam Polri, Irjen Pol Agus Andrianto Minta Maaf Jika Ada Kasus Belum Tuntas

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto akan segera menjalani tugas baru setelah diangkat dalam jabatan Kabaharkam Polri

Promosi Kabaharkam Polri, Irjen Pol Agus Andrianto Minta Maaf Jika Ada Kasus Belum Tuntas
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto usai menghadiri acara di Mapolrestabes Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto akan segera menjalani tugas baru setelah diangkat dalam jabatan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Agus menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat Komjen Pol Firli. Jenderal bintang tiga ini diangkat dalam jabatan baru sebagai analis kebijakan utama Baharkam Polri.

Posisi Kapolda Sumut akan diisi oleh Irjen Pol Martuani Sormin yang merupakan putra daerah kelahiran Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Agus mengatakan bahwa dalam melakukan penyelidikan pada setiap kasus yang ditangani sebenarnya para pemain pihaknya sudah bisa menduga kasus apa.

"Kasus yang ditangani memiliki keterkaitan dengan apa. Tapi untuk menentukan tersangka pihaknya tidak boleh sembarangan," kata Agus di Mapolrestabes Medan, Senin (9/12/2019).

Dijelaskan Agus dalam beberapa hari terakhir kasus besar lain yang sedang dalam penyelidikan juga telah berhasil diungkap.

Seperti berhasil menangkap pembunuh, Terimakasih Laia (18), siswi SMA Nias yang tewas dibunuh dalam keadaan hamil di Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumut, Jumat (29/11/2019) lalu.

Pelaku adalah seorang pria berinisial T, ditangkap di Desa Hilizoroilawa Kecamatan Mazono, Kabupaten Nias Selatan oleh Tim Satreskrim, Polres Nias, pada Minggu (8/12/2019) pagi.

Disisi lain, kasus pembunuhan terhadap AH alias Alung Harahap (25) yang ditemukan tewas di dalam kamar kos-kosan di Jalan Punak, Kota Medan, Rabu (4/12/2019) pagi, juga telah diungkap siapa pelakunya.

Soal perempuan ditusuk leher sudah terungkap.

Artinya kasus itu bisa terungkap berdasarkan alat bukti dan saksi yang dimiliki.

Di Nias juga begitu anak yang dibunuh sudah tertangkap pelakunya.

"Kita tidak punya niat untuk menghalang-halangi ataupun menutup-nutupi hasil penyelidikan. Kita lebih senang perkara itu terungkap dan disampaikan ke publik," tuturnya.

"Saya mohon maaf mungkin ada PR yang belum bisa saya kerjakan. Itu kesalahan saya sebagai pimpinan," jelasnya.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved