Punguan Pomparan Siraja Hutagalung Rayakan Natal dengan Bakti Sosial dan Pelantikan Sektor Baru

Punguan Pomparan Siraja Hutagalung (P2SRH) Boru, Bere dan Ibebere Kota Medan merayakan Natal di Wisma Taman Sari, Minggu (8/12/2019) malam.

Punguan Pomparan Siraja Hutagalung Rayakan Natal dengan Bakti Sosial dan Pelantikan Sektor Baru
Istimewa
Prosesi dan penyalaan lilin dalam perayaan Natal P2SRH yang digelar di Wisma Taman Sari, Minggu (8/12/2019) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Punguan Pomparan Siraja Hutagalung (P2SRH) Boru, Bere dan Ibebere Kota Medan merayakan Natal di Wisma Taman Sari, Minggu (8/12/2019) malam.

Sebanyak 1500-an anggota punguan dari seluruh sektor P2SRH se-Kota Medan ikut menghadiri perayaan Natal yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu.

Perayaan dibuka dengan prosesi dan penyalaan lilin. Turut hadir Ketua Umum P2SRH Medan Henry Jhon Hutagalung, Ketua Panitia Natal Barda Maraden Hutagalung, Ketua II Ir TP Hutagalung, Seksi Konsumsi M Br Sigiro dan Sekum P2SRH Edward Hutagalung, Pengkotbah Pdt. Polin Sihombing, Liturgis Pdt. Naomi Br. Hutagalung, pembawa Prolog Pdt. Aprida Br. Hutapea, dan pembawa doa Syafaat St. TP Hutagalung, serta Humas Tonijer Hutagalung.

Adapun tema perayaan Natal diambil dari Lukas 2: 10, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa." Sedang, sub tema, "Melalui perayaan Natal, marilah kita berserah kepada Tuhan Yesus, dan jangan khawatir dalam hidup."

Votum, pembacaan liturgi anak-anak, nyanyian dan doa mengawali jalannya ibadah Natal.

Lalu diikuti dengan kotbah. Pdt. Polin Sihombing dalam kotbahnya menyampaikan pesan agar jangan takut, apabila kita melakukan firman Tuhan dalam hidup.

Hal itu seperti ketika malaikat Tuhan menampakkan diri kepada gembala-gembala di padang. Malaikat itu, kata Polin, berkata jangan takut, sebab kabar sukacita yang akan disampaikan. Yesus sang juru selamat akan lahir di Kota Daud.

"Itu adalah berita suka cita besar dalam kehidupan, yaitu Yesus Kristus juru selamat. Sudah lahir Yesus yang melepaskan kita dari dosa-dosa kita. Tapi, siapa yang mau memercayainya? Mungkin masih ada yang belum percaya," katanya.

“Kenapa manusia memerlukan juru selamat? Karena kita mengalami masalah dan pencobaan dalam hidup. Karena kita jatuh ke dalam dosa dan kita kita akan mengalami kesulitan-kesulitan, maka perlu kita ada juru selamat,” katanya.

Akibat dosa yang dilakukan manusia, mereka butuh keselamatan. "Apakah pinompar Hutagalung, membutuhkan keselamatan dari Tuhan Yesus dalam hidup? Atau, kita hanya mengandalkan pikiran kita atau pangkat dan jabatan kita?" tanyanya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved