Usai Dapat Perawatan, Orangutan Dikembalikan ke Habitatnya di Cagar Alam Dolok Sibual-buali Tapsel

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBSKDA) Sumatera Utara (Sumut) melepasliarkan seekor orangutan.

Usai Dapat Perawatan, Orangutan Dikembalikan ke Habitatnya di Cagar Alam Dolok Sibual-buali Tapsel
Istimewa
BBKSDA melepas orang utan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (10/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBSKDA) Sumatera Utara (Sumut) melepasliarkan seekor orangutan.

Orang utan bernama Paya di lepaskan ke kawasan Konservasi CA Dolok Sibual-buali.

Sebelumnya, Paya menjalani perawatan dan rehabilitasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Batu Mbelin, Sibolangit.

Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter hewan tim HOCRU, drh. Jenny Adawiyah, mengatakan bahwa terdapat luka terbuka di daerah frontal (tulang dahi) dan pangkal lengan bagian bawah (axilla) yang diduga diakibatkan oleh senjata tajam.

"Luka-luka terbuka juga ditemukan pada bagian tulang cranium (kepala) bagian belakang serta bagian punggung. Kondisi tubuh orangutan juga sangat kurus, yang diindikasikan dari tulang costae (rusuk) yang terlihat.
Selanjutnya Orangutan Tapanuli tersebut segera di bawa ke pusat rehabilitasi," ujarnya.

Hotmauli mengatakan setelah menjalani perawatan mulai dari tanggal 20 September hingga 29 Oktober 2019, kondisi Paya membaik.

"Secara keseluruhan kondisi Orangutan Paya sudah membaik dan luka-lukanya sudah sembuh. Mengingat kondisi tersebut disarankan Orangutan Paya dapat dilepasliarkan secepatnya," katanya.

Terpisah Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi kepada mengatakan satwa yang dilindungi itu ditemukan pada 18 September 2019 oleh masyarakat di perkebunan Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan).

"Selanjutnya pada tanggal 19 September Tim HOCRU (Human Orangutan Conflict Response Unit) melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi satu individu Orang Utan Tapanuli," ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Dari identifikasi yang dilakukan, dikatakan Hotmauli diketahui bahwa orang utan berjenis kelamin
jantan, diperkirakan berumur 40 tahun.

Mempertimbangkan rekomendasi tim medis tersebut, dijelaskan Kepalda BBKSDA maka pada hari ini dilaksanakan pelepasliaran Orangutan Paya di Kawasan Konservasi Cagar Alam Dolok Sibual-buali yang terletak di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved