Masih Banyak Pengendara Tak Sabar dan Menerobos Perlintasan Kereta Api

Kesadaran pengendara lalu lintas terhadap bahaya menerobos perlintasan Kereta Api (KA) di Kota Medan, tampaknya masih sangat minim.

TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Suasana di pintu perlintasan kereta api di Jalan MT Haryono Medan. Banyak pengendara yang tak sabar dan menunggu di dekat kereta api yang melintas. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kesadaran pengendara lalu lintas terhadap bahaya menerobos perlintasan Kereta Api (KA) di Kota Medan, tampaknya masih sangat minim.

Di beberapa ruas jalan di Kota Medan yang terdapat jalur perlintasan kereta api, masih banyak pengendara yang tidak sabar menunggu kereta untuk lewat.

Seperti yang terlihat di jalur perlintasan kereta api Jalan MT Haryono, beberapa pengendara sepeda motor tampak menerobos dan hanya berjarak beberapa meter dari jalur perlintasan.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Dimana bisa saja pengendara sepeda motor tersambar kereta api.

Tapi bagi sebagian pengendara yang sudah mengambil resiko menerobos dan menunggu di dekat perlintasan kereta api, mereka tidak takut.

Mereka tampak dengan tenang menunggu di dekat perlintasan. Padahal, tidak ada bedanya seperti  menunggu di belakang perlintasan.

Salah seorang pengendara sepeda motor bernama Ismail mengatakan terkadang kesal melihat pengendara bermotor yang tidak sabar menunggu kereta api lewat.

"Kadang kesal juga melihat sesama pengendara seperti tidak sabar menunggu kereta api lewat," kata Ismail, Kamis (12/12/2019).

"Padahal kan bukannya lama kereta api itu lewat. Kan tidak ada salahnya kita menunggu sebentar. Ini malah banyak kadang yang menerobos atau berada di dekat perlintasan," sambungnya.

Dijelaskan Ismail terkadang nanti apabila sudah ada kejadian tabrakan, kereta api juga yang disalahkan. Padahal dari awal sudah diperingatkan, mulai dari adanya sirine, palang perlintasan di turunkan, hingga terkadang penjaga perlintasan sampai turun memantau untuk melihat situasi dan kondisi apakah sudah aman.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved