1.285 Pelamar CPNS Deliserdang Tak Lulus Administrasi

Pemkab Deliserdang mengumumkan hasil seleksi administrasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Deliserdang hari ini

1.285 Pelamar CPNS Deliserdang Tak Lulus Administrasi
Via TribunStyle.com
Hasil seleksi administrasi CPNS 2019 

1.285 Pelamar CPNS di Deliserdang Tidak Lulus Administrasi

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Deliserdang mengumumkan hasil seleksi administrasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Deliserdang hari ini Senin, (16/12/2019).

Selain bisa dilihat di situs sscn.bkn.go.id, pengumuman hasil seleksi berkas juga bisa dilihat di website Pemkab Deliserdang.

Informasi yang dikumpulkan di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang, dari 111 formasi yang disediakan, total pendaftar mencapai 6.305 pelamar.

Kepala BKD Deliserdang, Yudi Hilmawan didampingi Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai, Syahrul mengatakan, jumlah pelamar yang lulus sebanyak 5.020 orang.

Sementara pelamar yang tidak lulus mencapai 1.285 orang.

Sesuai ketentuan masing-masing pelamar yang dinyatakan tidak lulus diberi waktu selama tiga hari untuk melakukan sanggah.

"Pelamar yang submit itu totalnya 6.305 orang. Jadi sudah selesai kita lakukan verifikasi online dan verifikasi berkas. Total yang lulus 5.020 dan yang tidak lulus 1.285," ujar Yudi Hilmawan.

Sahrul menambahkan dari 1.285 orang yang tidak lulus itu lebih dari separuhnya yang tidak lulus karena tidak mengantarkan berkas melalui pos.

Menurut dia, hal ini terjadi karena pelamar tidak mencermati apa yang tertera di informasi pengumuman.

"Banyak yang membuat kemudia pelamar tidak bisa dinyatakan lulus administrasi. Pertama itu legalisir dokumen tidak sesuai dengan pengumuman. Dileges ijazahnya tapi pakai temenan tanda tangan scan. Ada juga permohonan diketik pakai komputer padahal yang diminta ditulis tangan," kata Syahrul.

Tidak sampai di situ, lanjut Syahrul, ia menganggap yang lebih parah lagi adalah permohonan surat lamaran yang dibuat sendiri formatnya.

"Bisa jadi memang dia melihat pengumuman contoh dari kabupaten/kota lain. Kalau enggak cermat membacan pengumuman ya bersalahan lah. Ada yang KTP dan KK-nya tidak dileges dan ada juga print out daftar online tidak dilampirkan. Sore ini kami kirim ke Dinas Kominfo untuk segera diumumkan karena hari ini batas akhir waktu pengumumannya," kata Syahrul.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved