Perdagangan Anak di Medan

BREAKING NEWS, Polisi Bongkar Sindikat Human Trafficking di Medan, Tiga Pelaku Diringkus

Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Medan membongkar sindikat human trafficking atau perdagangan manusia.

BREAKING NEWS, Polisi Bongkar Sindikat Human Trafficking di Medan, Tiga Pelaku Diringkus
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto memaparkan kasus penangkapan tiga pelaku human trafficking di Medan, Senin (16/12/2019). 

BREAKING NEWS, Polisi Ringkus 3 Anggota Sindikat Human Trafficking di Medan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Medan membongkar sindikat human trafficking atau perdagangan manusia.

Tiga anggota sindikat itu berhasil diamankan.

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi LP/A/XI/2019/Restabes Medan tanggal 23 November 2019 atas nama Rudianto Manurung.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan korban adanya anak hilang.

"Jadi kami mendapat informasi adanya anak hilang yang sudah sebulan tidak ditemukan. Namun kami mencurigai adanya tindak kejahatan," ujar Dadang saat pimpin pengungkapan kasus di Mapolrestabes Medan, Senin (16/12/2019).

Kejadian tersebut, lanjut Dadang, berawal pada bulan Oktober 2019 di mana tersangka Rudi Syafrial Lubis dihubungi oleh Jhon Erik alias Koko untuk menjemput dua orang korban.

Tersangka kemudian membawanya langsung ke Tanjungbalai dan menguruskan paspornya.

"Pelaku Nurbetty menghubungi Rudi untuk menjemput kedua korban di kawasan Percutseituan dan membawanya ke Tanjungbalai. Setelah para korban sampai ke Tanjungbalai, keempatnya dibawa belanja keperluan dan membawanya ke Dumai," katanya.

Setelah sampai ke Dumai, lanjut Dadang, keempat korban dibawa ke sebuah penginapan dengan memesan dua kamar selama dua hari.

"Pelaku Jhon ini mendatangi Rudi untuk mengambil berkas-berkas untuk keperluan kepengurusan paspor. Korban dibawa ke Padang selama dua hari, namun paspor belum bisa dibuat,” jelasnya.

“Mereka kembali ke Dumai. Setelah tiga hari berikutnya, pasport akhirnya selesai dan kembali ke Padang untuk mengambil pasportnya. Selama perjalanan dan biaya semua dibiayai oleh Jhon melalui transfer bank BNI. Rudi sendiri mendapat keuntungan Rp 1,5 juta perorang dari hasil pengurusan para korban," imbuh Dadang.

Penangkapan para pelaku terjadi di Pasar V, Gang Salak, Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang pada Sabtu (23/11/2019).

Dari penangkapan tersebut petugas amankan enam handphone (HP) dari para pelaku, ATM, paspor, dan satu unit mobil.

(mft/tribun-medan.com)

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved