Jukir Siantar Tuntut Dana Bagi Hasil, Anita Sinurat Terisak, "Anakku Tak Pakai Sandal Mau Natalan"

Sejumlah juru parkir mendatangi Kantor Wali Kota Pematangsiantar menuntut perjanjian bagi hasil, Senin (16/12/2019).

Tribun-Medan.com/Tommy Simatupang
Para jukir mendatangi Kantor Wali Kota Pematangsiantar menuntut hak dana bagi hasil, Senin (16/12/2019). 

Ibu tiga anak ini menangis terisak-isak karena tidak dapat membelikan apa untuk anaknya pada Perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Bagaimanalah anak-anakku, tidak pakai sandal mau pergi Natal. Makan pun pas-pasana. Bagaimanalah pengasilan suamiku cuma sepuluh ribu. Apa bisa kami hidup," ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Astronout Nainggolan menyayangkan sikap pegawai Sekretariat Kota Pematangsiantar yang tidak melayani kedatangan sejumlah jukir.

Respons para pegawai yang tidak melayani masyarakat itu, dinilai Astronout Nainggolan, sebagai tindakan tidak manusiawi.

"Kalau benar hak mereka tidak dipenuhi, tindakan Pemko dan Dinas Perhubungan sangat tidak manusiawi. Hal ini perlu diklarifikasi. Bahkan jika mereka (Jukir) ada SK-nya dituntut secara hukum pun bisa," ungkap Politisi PDI Perjuangan tersebut.

"Komisi III DPRD telah berulang kali mempertanyakan tiket dan data pertumbuhan parkir di Kota Pematangsiantar. Mereka (Dinas Perhubungan) tidak bisa jawab. Makanya perlu dilakukan evaluasi agar semua pengelolahan secara akuntabel dan transparan," katanya.

Anggota Komisi III DPRD lainya, Daud Simanjuntak mengatakan siap mendengar dan mempertemukan para jukir dengan Dinas Perhubungan. Ia meminta agar juru parkir segera melayangkan surat ke Ketua DPRD melalui Sekretaris Dewan.

"Jika dilayangkan surat akan kami dampingi. Kita akan lakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan pihak terkait. Kurasa yang merasa haknya tidak dipenuhi dapat melayangkan surat kepada DPRD," pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved