Perdagangan Anak di Medan

Komisi Tiga Pelaku Human Trafficking Medan Capai Puluhan Juta, Ini Rinciannya

Tiga pelaku perdagangan orang dengan motif kerja di restoran berhasil diamankan petugas Polrestabes Medan.

Komisi Tiga Pelaku Human Trafficking Medan Capai Puluhan Juta, Ini Rinciannya
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Polrestabes Medan memaparkan kasus penangkapan tiga pelaku human trafficking di Medan, Senin (16/12/2019). 

Komisi Tiga Pelaku Human Trafficking Medan Capai Puluhan Juta, Ini Rinciannya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tiga pelaku perdagangan orang dengan motif kerja di restoran berhasil diamankan petugas Polrestabes Medan.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, didampingi Kasatreskrim Kompol Eko Hartanto di Mapolrestabes Medan, Senin (16/12/2019).

Ketiga tersangka diketahui bernama Nurbetty alias Mami (40) warga Jalan Purwosari Pulo Brayan Bengkel, Rudi Syafril Lubis (41) warga Dusun IV Sei Agul Tanjung Balai dan Joni Markus (37) warga Dumai Kepulauan Riau.

Dadang Hartanto menyampaikan, pengungkapan kasus perdagangan manusia tersebut bermula adanya laporan mengenai anak hilang pada 23 November 2019 lalu.

"Dalam laporan tersebut pelapor atas nama Rudianto Manurung menyebutkan bahwa anaknya sudah menghilang selama sebulan. Kemudian kita lakukan pemyelidikan dan ada pihak dicurigai yaitu tersangka Nurbetty yang sebelumnya sempat menawarkan kepada orangtua korban agar anaknya bekerja di Malaysia," sebut Dadang.

Menurut Dadang, ada pernyataan orangtua korban bahwa si anak akan dipekerjakan di sebuah restoran dengan gaji tinggi.

"Kami mendapat dan kita dapatkan informasi bahwa mereka dibawa ke Tanjungbalai. Kita lakukan pengejaran ke Tanjungbalai ternyata mereka pergi ke Dumai. Di Tanjungbalai ternyata di fasilitasi oleh Rudi. Kami kejar ke Dumai, namun mereka kembali lagi ke Medan. Saat kami lakukan penangkapan ternyata mereka sudah merekrut ada empat korban yang berusia 15 tahun sampai 17 tahun," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, modus para pelaku yakni menjanjikan kerja dengan upah tinggi.

"Tetapi di dalam pelaksanaannya mereka (korban) disuruh bekerja di spa yang ada plusnya. Jika korban melayani si laki-laki ini, mereka dalam 10 hari mendapatkan Rp 21 juta. Kemudian jika berhasil dikawin kontrak, per tiga bulan mereka dapat Rp 80 juta,” beber Dadang.

“Kita lakukan penyelidikan dan didapatkan transfer awal dari seseorang di Malaysia dengan nama Koko. Mereka mendapat bagian dari Nurbetty sebanyak 3,5 juta, Rudi 23 juta, Jhon 10 juta," imbuhnya.

Berkaitan kasus itu Kombes Dadang menambahkan, saat ini pihaknya masih berupaya mendalami jaringam sindikat yang terlibat dalam kasus perdagangan manusia tersebut, termasuk menyelidiki keberadaan WN Malaysia bernama Koko.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved