Banjir Tebingtinggi

Longsor dan Genangan Air di Tebingtinggi, Pengendara Terpaksa Putar Balik Arah

Banjir dan tanah longsor akibat hujan deras berkepanjangan terjadi di Desa Penonggol, Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Minggu (15/12/2019) malam.

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Dok. Polres Tebingtinggi
Kondisi lalu lintas di Kota Tebingtinggi, Senin (16/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Banjir dan tanah longsor akibat hujan deras  berkepanjangan terjadi di Desa Penonggol, Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Minggu (15/12/2019) malam.

Kondisi genangan air yang setinggi paha orang dewasa atau sekitar 60 sentimeter, di perparah dengan longsor yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Polres Tebingtinggi terpaksa membuat jalur buka tutup, agar para pengendara tetap bisa melintas.

Hanya satu jalur yang bisa dipergunakan, karena satu jalur sempat tertutup oleh tanah longsor.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi tadi malam turun langsung untuk memantau dan memastikan kondisi yang terjadi dilapangkan.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Sarifuddin Siagian mengatakan bahwa akibat genangan air, tadi malam ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

"Banjir di Jalan Lintas Pabatu semalam paling parah. Genangan air semalam ada satu jam lebih. Ketinggian air di atas lutut kira-kira 60 sentimeter," kata Sarifuddin, Senin (16/12/2019).

Sarifuddin menjelaskan bahwa  semalam walaupun banjir masih bisa dilalui. Tapi ada tanah longsor lebih kurang satu kilometer dari TKP banjir ke arah Siantar yang memakan badan jalan. Longsor terjadi antara pukul 20.00 WIB. Sehingga harus di jalan longsor harus diadakan buka tutup. Karena banjir juga tidak bisa dibuka dua jalur.

"Jadi harus satu jalur bergantian. Kita tutup dari Simalungun dan dijalankan dari Tebing Tinggi, sebaliknya dengan demikian," ujarnya.

"Kita tetap koordinasi dengan Kasat Lantas Simalungun. Minta tolong yang dari Simalungun agar yang dari Simalungun diarahkan kesana," sambungnya.

Dijelaskan Sarifuddin bagi pengendara yang tidak mau diarahkan dan bersikeras mereka tetap menunggu. Sedangkan yang di Simpang Beo diarahkan juga yang mau ke Siantar melalui Lima Puluh Kota.

"Proses buka tutup di Jalan Longsor kami pinjam Beko PT Pamela dan dilaksanakan pengerukan. Hingga akhirnya sekitar pukul 01.00 WIB kondisi jalan sudah lancar," urainya.

"Kondisi saat ini sudah bisa dilalui. Tapi memang masih ada genangan air di Pamela. Untuk jalur lintas sudah berjalan. Namun genangan air sedikit-sedikit masih ada," tutup Sarifuddin. (mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved