Wisatawan Keluhkan Bau Ikan Busuk dari Kandang Babi di Tuktuk Hutairnga, Samosir

Bau busuk yang bersumber dari pakan ternak di sejumlah titik sepanjang Jalan Tolping-Tuktuk Huta Irnga, mengusik sejumlah warga dan wisatawan.

Wisatawan Keluhkan Bau Ikan Busuk dari Kandang Babi di Tuktuk Hutairnga, Samosir
(Tharakorn)
Ilustrasi 

Wisatawan Keluhkan Bau Ikan Busuk dari Kandang Babi di Tuktuk Hutairnga, Samosir

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Bau busuk yang bersumber dari pakan ternak di sejumlah titik sepanjang Jalan Tolping-Tuktuk Huta Irnga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Kamis (19/12/2019), mengusik sejumlah warga dan wisatawan.

F (45) Boru Siallagan, warga Huta Irnga, menyampaikan bau busuk tersebut sudah berlangsung setengah tahun lamanya.

"Sudah enam bulan kami terus menahan-nahan bau,"sebut F Boru Siallagan ini.

Menurut F, bau busuk itu merupakan ikan busuk yang dipasok oleh suatu perusahaan kepada peternak babi.

Ikan-ikan tersebut mengeluarkan bau yang sangat menyengat ketika peternak babi di sekitar rumahnya mulai beraktivitas pada pagi dan sore hari.

Biasanya, bau bangkai ikan paling menyengat terjadi pagi dan sore hari. Yakni ketika peternak memberi ternaknya makan.

"Bau bangkai ikan busuk yang berasal dari kandang babi bisa berlangsung dua jam setiap pagi dan sore hari," tuturnya.

Bau busuk itu juga menuai keluhan dari pemilik warung kopi di Hutairnga Tuktuk, Desy Siallagan.

Menurut dia, pengunjung warung kopi di tempatnya kerap mengeluhkan bau busuk tersebut. L Sidabutar, pelanggan warung kopi tersebut, bahkan sampai muntah gara aroma busuk bangkai ikan.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved