Boyong 13 Medali, Perpani Tebingtinggi Juara Tiga Kejurnas Danseskoau Archery Open Tournament

Atlet-atlet panahan asal Sumut berhasil menorehkan prestasi gemilang di Kejurnas U-20 bertajuk 'DanseskoAU Archery Open Tournament 2019'

Boyong 13 Medali, Perpani Tebingtinggi Juara Tiga Kejurnas Danseskoau Archery Open Tournament
Istimewa
Tim panahan Perpani Tebingtinggi yang berlaga di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-20 bertajuk 'DanseskoAU Archery Open Tournament 2019' yang berangsung di Seskoau, Lembang, Bandung Barat, 13-21 Desember. 

Boyong 13 Medali, Perpani Tebingtinggi Juara Tiga Kejurnas Danseskoau Archery Open Tournament 2019

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet-atlet panahan asal Sumut berhasil menorehkan prestasi gemilang di arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-20 bertajuk 'DanseskoAU Archery Open Tournament 2019' yang berangsung di Seskoau, Lembang, Bandung Barat, 13-21 Desember.

Srikandi dan Arjuna Sumut yang berasal dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) kota Tebingtinggi ini mampu menduduki peringkat tiga besar pada kejurnas tersebut. Tim asuhan Budiono ini sukses meraup total 12 medali dengan rincian 4 emas, 5 perak dan 4 keping perunggu.

"Kami berangkat 19 atlet. Empat medali emas diraih lewat kategori individu U-9 jarak 10 dan 15 meter, beregu putra U-12 jarak 15 meter dan 2 emas dari kategori Barebow," ujarnya, Sabtu sore (21/12/2019).

Atas torehan prestasi ini Budiono mengaku cukup puas. Pelatih panahan klub Bagi Berkah Archery Tebingtinggi ini mengatakan Raihan empat medali emas tersebut sudah melebih target awal mereka saat berangkat yakni tiga emas.

Selain itu, dia menilai secara keseluruhan para atlet sudah bertanding cukup baik, meski dari semua yang diturunkan belum seluruhnya mampu merebut medali.

"Kalau untuk kita sebenarnya hasil Sumut sudah bagus. Karena kita kalah cuka tinggal tiga medali emas (gagal direbut) dengan catatan juga kita tidak mengikuti kategori Compound dan Recurve," terangnya.

Budiono menuturkan , pihaknya memang tidak mengirimkan atlet untuk dua kategori yakni Compound dan Recurve. Hal ini kata Budi dikarenakan masih minimnya atlet berkualitas.

Dia mengakui masih minimnya alat dan perlengkapan panahan untuk dua kategori tersebut menjadi penyebab kurangnya sumber daya atlet di Perpani Tebingtinggi.

Apalagi perlengkapan panahan untuk dua kategori tersebut tergolong lebih mahal.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved