Dampak Banjir di Pabatu, Tebingtinggi, Sejumlah Motor dan Mobil Mogok
Banjir kembali terjadi di jalur lintas yang menghubungkan Kota Tebingtinggi-Pematangsiantar pada Kilometer 85-86, Pabatu.
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Juang Naibaho
Penyebab Banjir di Pabatu Akibat Kiriman dan Saluran Air Tidak Baik
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banjir kembali terjadi di jalur lintas yang menghubungkan Kota Tebingtinggi-Pematangsiantar pada Kilometer 85-86, Pabatu, Sumatera Utara, Sabtu (21/12/2019) malam.
Akibat banjir, ketinggian air mencapai tinggi lutut orang dewasa. Arus kendaraan pun terhambat. Para pengendara yang melintas terpaksa harus berjalan perlahan.
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Sarifuddin Siagian mengatakan bahwa kondisi jalan lintas km 85-86 Pabatu, sudah kembali normal.
"Semalam banjir mulai pukul 18.30 WIB dan sekitar pukul 22.00 WIB banjir sudah surut," kata Sarifuddin, Minggu (22/12/2019).
Dijelaskan Sarifuddin, sejumlah kendaraan bermotor mogok akibat banjir di Pabatu.
"Ada beberapa sepeda motor dan dua mobil yang mogok akibat banjir," tuturnya.
Lebih lanjut, Sarifuddin menuturkan bahwa banjir yang terjadi akibat kiriman dari hulu.
"Penyebab banjir karena kiriman dari atas dan saluran air yang tidak baik. Karena posisi di Pabatu agak rendah," bebernya.
"Bagi pengendara yang akan melintas di Pabatu saat hujan deras terjadi, agar berhati-hati apabila sedang banjir. Lebih baik pilih jalur alternatif melewati Kota Lima Puluh atau Serbelawan," tutup Sarifuddin.
(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-lagi-di-tebingtinggi.jpg)