Breaking News:

Perampok Tambak Udang di Langkat Ditembak, Curi Udang 1,5 Ton dan Sekap Pekerja

Polisi menangkap tiga dari enam orang perampok spesialis tambak udang yang beraksi di Medan dan Langkat.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Liston Damanik
bangkapos/edwardi
Ilustrasi udang galah 

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi menangkap tiga dari enam orang perampok spesialis tambak udang yang beraksi di Medan dan Langkat. Tiga perampok itu ditangkap terpisah.

"Tiga orang sudah kami amankan. Satu orang, atas nama Mislan berupaya melawan petugas, sehingga ditembak setelah adanya tembakan peringatan. Tiga lainnya masih buron," katanya.

Perampok yang ditangkap adalah Junaidi (31), Rudiansyah (20), dan Mislan (34). Ketiga orang yang juga bekerja sebagai nelayan dan petani ini berasal dari Dusun X, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Tiga lainnya yang masih buron adalah Rahat alias Gerandong (35), Patut (40), dan Gunet alias Mando (25).

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Tengku Fathir Mustafa menjelaskan, keenam perampok kerap beraksi pada Jumat (31/5/2019) sekitar pukul 01.00 WIB di tambak udang milik Yenti di Dusun VI, Desa Kwala, Langkat. Yenti mendapat kabar tambak udangnya dirampok dari seorang pekerja, Parjan.

"Enam orang ini beraksi menyekap para korbannya, sedangkan yang lain berjaga dan mengambil isi kolam udang. Mereka ini spesialis rampok tambak udang di Langkat dan Belawan," ungkapnya.

Tiga dari enam orang spesialis rampok tambak udang ditangkap Polres Langkat, Senin (23/12/2019)
Tiga dari enam orang spesialis rampok tambak udang ditangkap Polres Langkat, Senin (23/12/2019) (HO)

Menurut keterangan saksi Parjan, bahwa tiga kolam berisi udang sekitar 1,5 ton telah diambil oleh para pelaku. Kawanan perampok ini juga mengambil barang berharga lain.

"Selain udang, mereka juga membawa kabel kincir dengan panjang sekitar 500 meter, satu trafo las, dua senapan angin, satu tang press, dua jala udang, dua loudspeaker, satu kipas angin, dan beberapa ponsel.

Kasat Reskrim Langkat,AKP Tengku Fathir Mustafa menambahkan, hasil pemeriksaan sindikat perampok ini sudah tiga kali beraksi di tambak udang berbeda di Langkat dan Belawan. Para pelaku yang berjumlah enam orang selalu beraksi dengan membawa parang.

"Mereka merampok bawa sajam, dan ada juga senjata api mainan untuk menakut-nakuti. Setiap beraksi mereka juga gunakan penutup wajah lalu menyekap korban dan mengambil barang-barang berharga dengan kerugian material ditaksir mencapai sebesar Rp100 juta," pungkasnya. (dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved