Pesantren Camp Internet Sehat dan Anti Ekstrimisme SMA Kota Medan Digelar UIN Sumut

Pesantren Camp diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 19 sampai 20 Desember 2019 di Pesantren Mawaridussalam Deliserdang.

Pesantren Camp Internet Sehat dan Anti Ekstrimisme SMA Kota Medan Digelar UIN Sumut
TRIBUN MEDAN/AZIS HUSEIN
UIN Sumut dan TLI Paramadina Adakan Pesantren Camp untuk Internet Sehat dan Anti Ekstrimisme SMA Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah sukses menyelenggarakan Training of Trainer yang diikuti oleh praktisi dakwah, praktisi pendidikan dan Akademisi di UIN Sumatera Utara atas kerjasama Prodi Sosiologi Agama UIN dan The Lead Institute (TLI) Paramadina.

Kerjasama kedua lembaga dilanjutkan dengan menyelenggarakan Pesantren Camp bagi siswa-siwa SMA/SMK sekawasan Kota Medan. Setidaknya hadir 10 sekolah yang mengirimkan wakilnya untuk mengikuti program tersebut.

Pesantren Camp diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 19 sampai 20 Desember 2019 di Pesantren Mawaridussalam Deliserdang.

Phil Suratno selaku Ketua TLI Paramadina mengatakan, program ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, kesadaran dan kampanye bagi para siswa agar menjadi duta internet sehat dan anti ekstrimisme di kalangan pelajar.

"Nantinya, para siswa yang ikut program Pesantren Camp akan menjadi duta damai di lingkungannya masing-masing," katanya, Senin (23/12/2019).

Sementara itu, Ketua Prodi Sosiologi Agama, Irwansyah menyampaikan, bahwa program ini adalah bagian dari upaya kampus dalam hal ini Prodi Sosiologi Agama, berperan dalam pengabdian masyarakat.

"Karena wilayah keilmuan Sosiologi agama ada pada isu-isu sosial keagamaan, salah satu di antaranya adalah isu internet sehat dan anti ekstrimisme," ujarnya.

Pada saat yang bersamaan, Koordinator Progrom Pesantren Camp Surya Adi Sahfutra menjelaskan, anak-anak muda yang dikirim dari sekolah-sekolah SMA/SMK ini adalah siswa pilihan.

Selain materi program yang menarik, pengalaman menjadi santri satu malam adalah pengalaman yang tidak mudah dilupakan para peserta.

Kenapa dilaksanakan di pesantren? Surya menjelaskan, bahwa anak-anak muda harus saling mengenal dan memahami dunia penididikan yang berbeda, bukan hanya dunia yang selama ini mereka lalui.

Halaman
12
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved