Renungan Natal dari Uskup Agung Medan: Terang Telah Datang dan Menumbuhkan Harapan Baru Bagi Dunia

Sering terjadi bahwa banyak orang tidak mengerti apa gagasan di balik pasta cahaya pada waktu Natal.

Renungan Natal dari Uskup Agung Medan: Terang Telah Datang dan Menumbuhkan Harapan Baru Bagi Dunia
triphobo.com
Ilustrasi 

Oleh Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFM

Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap
Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap (HO)

TRIBUN-MEDAN.com-Natal sering sering diidentikkan dengan cahaya yang terang benderang. Pada waktu Natal, kita menghiasi rumah, tempat ibadat, dengan lampu-lampu yang beraneka ragam.

Kediaman kita bermandikan cahaya. Mari kita amati ruangan kita tempat merayakan ekaristi ini. Kita menambah banyak lampu-lampu hias, memasang lampu yang berkedip-kedip, para hiasan kertas yang juga dipasang untuk memantulkan cahaya lampu-lampu.

Kita memasang lampu hias, asessoris yang memantulkan cahaya juga di rumah kita, di kantor, di tempat kita bekerja, kita menghisasi semua ruangan bahkan halaman rumah dengan lampu beraneka ragam dan hiasan berwarna-warni.

Sungguh bisa dikatakan bahwa pada masa natal kita bermandikan cahaya. Sering juga dikatakan bahwa Natal adalah pesta cahaya.

Apakah kita mengerti makna di balik ini semua? Apa sebenarnya gagasan di balik lampu dan hiasan yang beraneka warna ragam bentuk ini? Apa di balik semua hiasan yang memantulkan cahaya ini?

Sering terjadi bahwa banyak orang tidak mengerti apa gagasan di balik pasta cahaya ini. Di balik semua ini adalah Yesus Kristus, Cahaya Dunia, yang lahir di antara kita.
 
Mari kita mencoba membayangkan pada malam hari tidak ada cahaya.

Orang yang berjalan dalam kegelapan akan berjalan dengan ekstra hati-hati, bahkan banyak orang akan takut berjalan. Kalau pada malam hari tiba-tiba arus listrik putus, sehingga lampu-lampu menjadi padam, apa yang akan terjadi? Bisa saja orang akan berteriak secara spontan, mulai raba sana raba sini, yang tidak pantas diraba pun bisa kena raba. Orang yang sedang berjalan bisa masuk ke parit, atau terantuk batu.

Kegelapan membuat orang merasa tidak nyaman, kegelapan membuat orang takut, kegelapan membuat arah tidak jelas, kegelapan membuat aktivitas terhenti.

Mata yang baik juga tidak akan berguna tanpa kehadiran terang. Manusia membutuhkan terang, cahaya yang menyinari dan membuat mata berfungsi.
 
Dalam perjalanan sejarahnya, Bangsa Israel pernah mengalami kegelapan. Kegelapan ini dipicu oleh sikap pemimpin bangsa yang tidak lagi menjadi gambaran dan kehadiran pencipta.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved