Singkirkan Stigma Tato Itu Kriminal, Komunitas Ini Gelar Acara Amal dan Edukasi

Jika biasanya memasang tato dilakukan dalam ruangan tertutup dan rahasia, maka tidak dengan acara Suts Tattoo Exhibition III

Singkirkan Stigma Tato Itu Kriminal, Komunitas Ini Gelar Acara Amal dan Edukasi
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Suasana Suts Tattoo Exhibition III yang diselenggarakan di Megapark Medan, Komplek Megacom, Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Jika biasanya memasang tato dilakukan dalam ruangan tertutup dan rahasia, maka tidak dengan acara Suts Tattoo Exhibition III yang didalangi oleh komunitas Sumatera Utara tattoo artist di di Megapark Medan, Komplek Megacom, Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia.

28 Tato Artis profesional dengan berbagai perlengkapan siap memberi gambar terbaik bagi pengunjung.

Ketua Komunitas, Echo Rafani mengatakan kegiatan ini dibuat dengan 2 misi yakni untuk kegiatan amal dan mengkampanyekan ke masyarakat bahwa tato adalah seni bukan kriminal.

"Kegiatan ini sudah tiga kali kita adakan, dan kali ini ada dua alasan utama acara ini kita buat. Pertama untuk amal karena seorang teman kita yang sedang membutuhkan pertolongan dan kedua untuk mengedukasi masyarakat bahwa tato itu seni. Sebab masih banyak orang yang beranggapan orang tatoan itu kriminal," katanya, Senin (23/12/2019)

Selain penampilan dari komunitas tato, kegiatan ini juga turut dimeriahkan oleh band lokal, magician, hand tapping, tattoo gangbang, dan tattoo show.

Satu pertunjukan yang paking ditunggu penonton yakni Tattoo Traditional Handtapping.

Echo menjelaskan bahwa tehnik tersebut merupakan pembuatan tato secara tradisional yang telah dikenal secara internasional.

Tehnik tersebut digarap oleh lima tato artis dengan satu model. Tehnik ini banyak ditemukan di beberapa
kebudayaan seperti Dayak, Mentawai dan beberapa yang sudah punah dari Papua, Nusa Tenggara, Flores, Sulawesi dan lainnya.

Humas komunitas Rajah Naibaho Pardolok menambahkan kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi dan merangkul talent yang ada di Sumut.

"Konsepnya sederhana, sebenarnya kita ingin para tato artist ini lebih kreatif dan produktif aja sih, dan untuk lebih mengedukasi dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa tato itu adalah bagian dari seni dan budaya bukan kriminal," katanya

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved