27 Ribu Warga Deliserdang Menunggu Dapat e-KTP, Oktober Terakhir Kali Disduk Dapat Blanko

Sampai akhir tahun 2019 persoalan pelayanan eKTP di Deliserdang belum juga teratasi.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan |
DANIL SIREGAR
Pelajar menunjukkan e-KTP yang telah selesai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Medan, Selasa (15/1). Jelang Pilpres 2019, KPU bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal melakukan percepatan perekaman dan pencetakan e-KTP. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com-Sampai akhir tahun 2019 persoalan pelayanan untuk Kartu Tanda Pengenal Elektronik (e KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deliserdang belum juga teratasi.

Puluhan ribu warga Deliserdang hingga saat ini belum mempunyai e KTP.

Mahdalena salah satu warga mengaku sedikit bingung dengan status kependudukannya.

Ia menyebut untuk Kartu Keluarga (KK) ia sekarang tercatat sebagai warga Desa Kedai Durian Kecamatan Delitua sementara untuk di KTP masih berstatus sebagai warga Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan.

Ia mengaku saat masih gadis tinggal bersama orangtuanya di Desa Percut, namun setelah menikah ikut bersama suami dan tinggal di Desa Kedai Durian.

"Sudah ngurus KTP di Capil, tapi yang bisa keluar cuma KK saja. KTP katanya belum ada blangko. Makanya itulah ku bilang KK-ku warga Kecamatan Delitua tapi KTP-ku warga Kecamatan Percut Seituan," ujar Mahdalena.

Ia mengaku untuk pindah menjadi warga Desa Kedai Durian sudah mengikuti segala tahapan ketentuan yang biasa.

"Ya, karena KTP belum keluar ya status di situ pun masih belum kawinlah. Kalau di KK ya sudah jadi ibu lah karena anak ku pun sudah masuk di KK. Kalau pada saat Pemilihan Presiden kemarin walaupun aku sudah punya KK tapi milihnya di kampung ku di desa Percut," kata Mahdalena.

Kepala Bidang Kependudukan dan Data Disdukcapil Deliserdang, Alrasudin Kaloko mengakui bahwa saat ini ada puluhan ribu orang yang belum mendapatkan e KTP karena masalah kekosongan blangko.

"Terakhir kali kami dapat cuma tiga ribu blangko saja. Lupa saya kapan terakhir dapat, kalau enggak salah bulan itulah (Oktober) kita dikasih. Banyak yang mau dicetak, cepatlah habisnya. Sekarang ini saja akhir tahun sudah ada 27 ribu yang siap cetak. Kalau ada blangkonya ya kita cetaklah terus," kata Alrasudin Kaloko.

Ia menyebut saat ini masih menunggu kabar dari Kementerian Dalam Negeri terkait ketersedian blangko. Disebut kalau masalah ini bukan hanya dialami oleh Deliserdang saja tapi masalah nasional. Untuk pengganti e KTP saat ini dinas hanya bisa mengeluarkan surat keterangan (Suket).

"Doakan sajalah cepat ada blangko dari pusat. Kalau kita dapat kabar dari pusat ya kita jemput ke sana. Yang jelas kita terus mengusulkan. Tapi kalau enggak ada kabar dari pusat, ngapain kita datang?" kata Kaloko. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved