Dapat Bonus Ratusan Juta Rupiah dari Pemerintah, Ini yang Dilakukan Harris Horatius

Pewushu putra asal kota Medan ini kembali sukses memboyong satu medali emas dan dua keping perak dari ajang akbar SEA Games 2019 di Filipina.

Dapat Bonus Ratusan Juta Rupiah dari Pemerintah, Ini yang Dilakukan Harris Horatius
HO
Atlet Wushu taolu Indonesia asal Sumatera Utara Harris Horatius, peraih medali emas SEA Games Filipina 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengprov cabang olahraga Wushu Indonesia (WI) Sumatera Utara memang tak pernah habis melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu menorehkan prestasi di kancah nasional dan internasional.

Salah satunya yang kini tengah jadi perbincangan para insan olahraga di Sumut adalah atlet wushu taolu, Harris Horatius.

Pewushu putra asal kota Medan ini kembali sukses memboyong satu medali emas dan dua keping perak dari ajang akbar SEA Games 2019 di Filipina.

Atas prestasi itu, Harris turut menjadi satu dari 13 atlet Sumut yang menerima bonus (tali asih) dari Pemprov Sumut yang diberikan langsung oleh Gubsu Edy Rahmayadi.

Dari torehan satu emas dan dua perak tersebut, Harris pun menerima bonus uang pembinaan bernilai total Rp 175 juta sebagai bentuk apresiasi dari Pemprov Sumut kepada atlet berprestasi.

Dengan bonus tersebut, atlet muda 11 Oktober 1995 ini mengaku bersyukur. Dia pun senang tak hanya pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah turut memberi perhatian buat atlet berprestasi.

"Perasaannya pasti senang. Artinya Gubernur dan Pemprov Sumut sudah memberikan perhatiannya yang salah satunya dalam bentuk tali asih," ujarnya, Sabtu (28/12/2019).

Selain dari Pemprov Sumut, para atlet berprestasi di SEA Games 2019 juga turut mendapatkan bonus dari Pemerintah pusat. Hal ini juga telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan melimpahnya bonus yang diterimanya, Harris mengatakan akan memanfaatkan uang tersebut untuk keperluan yang mendukung masa depan. Ditanya apakah bakal berlibur usai Sea Games 2019, Harris mengaku masih belum ada menjadwalkannya.

"Semua bonus disiapkan untuk masa depan, mungkin ditabung, atau mungkin beli aset atau gimana nantinya. Pastinya cukup senang, bahagia, dan juga puas berhasil memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan juga bisa membanggakan masyarakat Sumatera Utara," ungkap Mahasiswa Pascasarjana Kenotariatan Unpri Medan ini.

Usai berlaga di SEA Games 2019, putra pasangan Djuliasmin dan Ongliana ini mengatakan bakal langsung mulai persiapan untuk PON Papua 2020. Harris yang sudah meraih tiket lolos ini menargetkan bisa menyumbangkan emas di PON Papua tahun depan.

"Ini ke depan untuk persiapan PON dulu. Jadi fokus di PON 2020. Karena PON kan se Nasional jadi di daerah (berlatih). Pelatnas juga belum ada panggilan lagi," tutupnya.

Untuk diketahui, meski masih berusia muda, Harris bukanlah atlet baru di cabor wushu. Pada Sea Games 2015 di Singapura, dia juga berhasil memboyong medali emas. Sementara itu, pada SEA Games 2019 Harris Horatius merebut emas dari kategori duel beregu putra. Harris juga menyumbangkan 2 perak dari kategori perorangan cabang Wushu Taulo kategori Nandao/Nangun dan Nanquan.

Biofile:
Nama: Harris Horatius
TTL: Medan, 11 Oktober 1995
Ayah: Djuliasmin
Ibu: Ongliana
Pendidikan:
- Lulusan Fakultas Hukum Unpri Medan
- Mahasiswa Pascasarjana Kenotariatan Unpri Medan
Prestasi:
- Meraih 1 medali emas dan 1 perak PON 2016 Jabar
- Medali Emas SEA Games 2015 di Singapura kategori Nanquan/nangun
- Medali perunggu SEA Games 2015 di Singapura kategori tuilian.
- Medali Emas SEA Games Filipina 2019 kategori tuilian beregu putra
- Medali perak SEA Games Filipina 2019 kategori Nandao/Nangun (golok-toya)
- Medali perak SEA Games Filipina 2019 kategori nanquan
- 1 Medali emas dan 1 perunggu Kejuaraan Dunia di Shanghai, China, Oktober 2019
- Medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2019 di Babel

(cr11/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved