Breaking News:

Gelar Turnamen Internasional Pra-musim, Edy Rahmayadi Akui Terinspirasi dari Marah Halim Cup

Sebagai pemanasan sebelum bergulir Liga 2 musim depan, PSMS Medan dipastikan akan menghelat turnamen internasional

TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Ketua DPW Perhiptani Sumut Ir.H.Soekirman saat rapat kerja wilayah (rakerwil) Perhiptani Sumatera Utara Tahun 2019 di UPT Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sebagai pemanasan sebelum bergulir Liga 2 musim depan, PSMS Medan dipastikan akan menghelat turnamen internasional pra-musim pada 16-18 Januari 2020 di Stadion Teladan Medan.

Untuk persiapan ajang trofeo bertajuk Piala Gubernur Edy Rahmayadi Cup tersebut, hingga hari ini, Sabtu (28/12/2019), manajemen PSMS masih menggodok nama calon pelatih yang bakal menukangi tim ayam kinantan di laga itu.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang juga pembina PSMS Medan ini mengakui bahwa laga internasional ini terinspirasi dari turnamen yang pernah pernah ada sebelumnya yakni Marah Halim Cup.

Menurutnya PSMS memang sudah kelasnya menggelar kompetisi dengan melibatkan klub-klib dari luar negeri.

Selain untuk menggairahkan kembali dunia persepakbolaan di Sumut, juga untuk evaluasi kualitas pemain bola di Sumatera Utara.

Adapun sejumlah klub luar negeri rencananya turut berpatisipasi dalam kompetisi pra-musim tersebut yaitu Felda United (Malaysia), Boeing Ket (Kamboja), serta Geylang United (Singapura).

"Betul (terinspirasi dari Marah Halim Cup). Yang kita inginkan memang kemarin nama yang lama, Marah Halim, tapi regulasi ini, rupanya (nama) Marah Halim ini sudah terbentuk dalam yayasan. Ini ijinnya terlalu sulit. Nah untuk itu nanti kita carilah namanya, apapun, tapi untuk memotivasi rakyat Sumut yang mencintai persepakbolaan," ujar Edy.

Lebih lanjut kata Edy, saat ini manajemen juga tengah menggodok nama pelatih untuk menukangi tim berjuluk ayam kinantan itu berlaga di liga 2 musim depan.

Namun ditanya soal siapa calon-calon pelatih yang bakal mengarsiteki PSMS, Edy masih enggan membeberkannya.

Dia mengatakan tetap berharap ada kandidat pelatih yang yang juga putra daerah nantinya bisa mengisi kursi kepelatihan.

Tapi jika tetap tidak ada calon yang dianggap layak, maka Edy mengatakan tak menutup kemungkinan pelatih dari luar Medan bahkan pelatih asing.

"Pelatih kita belum dapat, karena begitu sulitnya mencari coach. Nah ini saya masih nego kemana-mana. Saya memerintahkan ketua PSMS untuk mencari peluang. Kalau bisa (pelatih) anak Medan. Kalau tidak bisa apa boleh buat lah. Soal sponsor ya kita lihat, kita cari. Sponsor ini kan orang bisnis. Kalau menguntungkan untuk dia, saya yakin, sponsor ini akan berbuat kepada PSMS," katanya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved