Unik, Pohon Natal Berbahan Kertas Bekas di Gereja Santo Mikael Paroki Medan Timur

Pohon Natal yang menjulang dengan ketinggian empat meter dan lebar 2,5 meter itu, terbuat dari kertas bekas.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Jemaat berfoto di depan Pohon Natal yang terbuat dari kertas bekas di Gereja Santo Mikael Paroki Medan Timur yang berlokasi di Jalan Durung No.178, Sidorejo, Medan. 

Unik, Pohon Natal Berbahan Kertas Bekas di Gereja Santo Mikael Paroki Medan Timur

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pohon Natal unik menghiasi Gereja Santo Mikael Paroki Medan Timur, yang berlokasi di Jalan Durung No 178, Sidorejo, Medan.

Pohon Natal yang menjulang dengan ketinggian empat meter dan lebar 2,5 meter itu, terbuat dari kertas bekas.

Pohon Natal yang menjadi hiasan gereja selama perayaan Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, menuai apresiasi dari para jemaat.

"Pohon Natal ini terbuat dari kertas bekas, kertas yang kita gunakan itu kertas dalam perayaan Ekaristi, kita kumpul selama satu tahun. Kemudian kertas itu kita rangkai menjadi sebuah bunga hingga menjadi satu pohon Natal," ujar Ketua Badan Pengurus Gereja (BPG) Wilayah Santo Mikael Paroki Medan Timur, Victor Sihombing.

“Pohon Natal itu setinggi empat meter dan lebarnya 2,5 meter," imbuhnya.

Ia mengatakan, butuh waktu selama 2 minggu untuk membuat pohon Natal berbahan kertas tersebut.

Pengerjaan pohon Natal ini dilakukan oleh para jemaat, khususnya para misdinar, OMK (Orang Muda Katolik), bapak-bapak dan ibu-ibu dalam kelompok kategorial, PBK (Perkumpulan Bapak Katolik), serta guru-guru BIA (Bina Iman Anak).

"Banyaknya kertas pada Pohon Natal itu, kira-kira kalau satu minggu kita ada lebih kurang satu rim atau 500 lembar. Nah, bayangkan kalau satu tahun kita kumpul kertas itu, itulah banyaknya kertas yang kita gunakan untuk pohon Natal ini," ungkapnya.

Kata Victor, dengan dibuatnya Pohon Natal dari kertas bekas ini bertujuan untuk go green (ramah lingkungan) dan mengurangi penebangan pohon.

Hal menarik lainnya, pohon Natal dari kertas bekas ini juga ada di tiga wilayah gereja Paroki Santo Petrus Medan Timur yakni Gereja Santo Petrus, Gereja Santo Rafael, dan Gereja Santo Gabriel.

"Harapannya lewat kebersamaan dari membuat pohon Natal sampai kepada kandang Natal dan perayaan Natal ini kita semakin bersaudara, semakin beriman dan semakin peduli," ucap Victor.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved