Juara Dunia Karate Asal Sumut Donny Dharmawan Ajak Atlet Muda Serius Tekuni Olahraga

Pelatih pelatnas cabang olahraga karate asal Sumut, Donny Dharmawan, mengajak para atlet muda untuk serius.

Juara Dunia Karate Asal Sumut Donny Dharmawan Ajak Atlet Muda Serius Tekuni Olahraga
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Pelatih pelatnas cabang olahraga karate asal Tobasa, Sumut, Donny Dharmawan yang juga mantan juara dunia karate. 

TRIBUN-MEDAN.com-Pelatih pelatnas cabang olahraga karate asal Sumut, Donny Dharmawan, mengajak para atlet muda untuk serius menekuni bidang olahraga dan berlomba mengukir prestasi di berbagai ajang baik nasional dan internasional.

Menurut Donny, yang juga pernah meraih medali pada kejuaraan dunia karate ini, melalui olahraga tak hanya bisa mengharumkan nama Indonesia, namun mampu mengangkat harkat dan martabat atlet tersebut. Dan hal itu sudah dibuktikannya.

"Bahwa olahraga itu sudah bisa dibuat jalan hidup. Apalagi dukungan pemerintah sekarang sudah bisa dibilang apabila kita berprestasi di olahraga ini tidak salah lagi, enggak ragu-ragu lagi orangtua untuk mensuport anaknya di dunia olahraga," ujarnya kepada Tribun Medan, beberapa waktu lalu.

Semasa masih masih menjadi atlet, Donny memang sudah banyak menorehkan prestasi mentereng. Sejumlah medali juara dari berbagai ajang tingkat nasional maupun internasional sudah berhasil diraihnya.

Beberapa diantaranya adalah medali emas tiga kali beruntun pada PON 2004, 2008 dan 2012 di kelas perorangan 60 kg. Kemudian dua medali emas untuk Merah Putih di arena Sea Games Jakarta 2011 hingga menjadi karateka pertama dari Indonesia yang meraih medali di Kejuaraan Dunia di Finlandia 2006 lalu.

Yang terbaru, Donny yang mulai mengenal dunia karate dari kawasan Balige, Danau Toba, Kabupaten Tobasa ini juga menjadi salah salah satu pelatih berprestasi di SEA Games 2019 Filipina yang turut mendapat bonus dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Penyerahan bonus berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis kemarin. Atas berbagai prestasi itu, Donny mengaku bersyukur.

"Kalau dari saya, jamannya kita luar biasa sekali. Bonus merupakan kebanggaan dan sebagai pemicu biar kita (atlet) termotivasi. Bahwa olahraga itu sudah difasilitasi," ungkapnya.

Sebagai mantan atlet dari Tobasa, Donny Dharmawan juga tak ingin melupakan daerah yang membesarkanya. Karena itu, dia turut memantau perkembangan para juniornya di sana. Dia ingin agar para atlet berprestasi terus bisa bermunculan dari Tobasa.

Dia pun tetap berharap Pemkab Tobasa terus memberikan dukungan untuk perkembangan dan kemajuan atlet Tobasa.

"Harapan saya, dukungan itu nomor satu terutama karate. Olahraga ini salah satu yang bisa menangkat harkat dan martabat bangsa. Bendera berkibar salah satu lewat prestasi olahraga. Makanya ini harus jadi perhatian pemkab. Jangan sampai jadi contoh buruk bagi generasi berikutnya bila tidak ada dukungan pemerintah," katanya.

Biofile
Nama: Donny Dharmawan
TTL: Pematang Siantar, 22 Februari 1984
Perguruan: Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI)
Pekerjaan: Pegawai Bank Sumut
Pelatih Pelatnas Cabang Karate (Forki)
Ayah: Saimunthu
Ibu: Ana Sofia Damanik (alm)
Prestasi:
- Medali perunggu SEA Games 2003
- Emas PON 2004, 2008 dan 2012
- SEA Games 2005 (1 emas, 1 perak), 2007 (1 perak 1 perunggu), 2009 (2 perunggu), 2011 (2 emas) dan 2013 (1 perak 1 perunggu).
- Medali perunggu - Asian Games 2010
- Perunggu Kejuaraan Dunia Karate (WKF Senior) di Finlandia 2006

(cr11/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved