Boyong 15 Medali, Bagi Berkah Archery Tebingtinggi Runner-Up Kejuaraan Panahan se-Sumatera

Atlet-atlet panahan Sumut asal klub Bagi Berkah Archery Tebingtinggi berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Kejuaraan Panahan

Boyong 15 Medali, Bagi Berkah Archery Tebingtinggi Runner-Up Kejuaraan Panahan se-Sumatera
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Tim panahan Bagi Berkah Archery (BBA) Tebingtinggi yang berlaga di ajang Kejuaraan Panahan Payakumbuh Open 2019 yang berangsung di Payakumbuh, Sumatera Barat 28-29 Desember. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet-atlet panahan Sumut asal klub Bagi Berkah Archery Tebingtinggi berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Kejuaraan Panahan bertajuk '1st Payakumbuh Open 2019' yang berlangsung di Sumatera Barat, 28-29 Desember.

Berkekuatan 19 atlet, tim besutan pelatih Budiono ini sukses tampil sebagai runner-up pada kejuaraan yang diikuti sebanyak 68 tim dari berbagai klub, sekolah dan pengcab Perpani Kabupaten/kota se-Sumatera ini.

Total tim Bagi Berkah Archery (BBA) berhasil memboyong 15 medali dengan rincian 6 keping emas, 6 perak dan 3 perunggu.

Medali emas bagi BBA Tebingtinggi masing-masing disumbangkan oleh Muhammad Bening Firmansyah (1 emas), Aqila Safirah Perangin-angin (2), dan Lutfi Hakim (1) dari nomor standard Bow. Sedangkan dua emas lainnya disumbangkan oleh Nurmala Barus dari nomor Traditional bow.

"Kita kirimkan atlet Putra 9, Putri 10 dan memboyong 15 medali juara dua umum. Juara umum diraih klub panahan asal Riau dengan 30 medali dan juara ketiga ditempati klub panahan asal Jambi dengan raihan 5 medali. Semua peserta ada dari Provinsi yang ada di Sumatera kecuali Aceh dan ada juga dari Bali," ujar Budiono , Senin petang (30/12/2019).

Budiono mengatakan, meski belum mampu meraih juara umum, namun secara keseluruhan dia mengaku puas. Dia mengakui prestasi ini berhasil diraih tak lepas dari dukungan sejumlah pihak. Karena itu dia turut berterima kasih atas dukungan Walikota Tebingtinggi, Ketua Perpani M Novel, Ketua KONI Parlindungan serta pembina klub BBA M Guntur Harahap, yang berperan besar bagi kesuksesan mereka.

"Kalau target tercapai bahkan lebih. Jadi cukup Puas tapi harus tetap kerja keras untuk lebih baik lagi anak-anak semua. Makanya kesiapan atlet terus di jaga, ada atau tidak ada pertandinganya. Biar mereka siap kapanpun dimana pun

Lebih lanjut kata Budiono, mereka sebenarnya berpeluang meraih juara umum. Apalagi selisih medali emas antara juara umum dan Runner up hanya dua keping.

Namun dia mengakui fasilitas yang kurang memadai membuat mereka tak bisa ikut seluruh nomor yang dipertandingkan. Dari lima kategori, hanya 3 yang mereka ikuti yaitu ronde nasional (standar bow), ronde Barebow dan tradisional bow. Sedangkan dua kategori lainnya yakni Compound dan Recurve tidak menurunkan atlet. Dia pun berharap ke depan dapat semakin didukung semua pihak untuk memajukan panahan.

"Tetap tidak bisa juara umum kalah di Compound dan Recurve karena gak ikut. Maklum perlengkapan juga belum mampu. Kalau tim dijadikan satu Insya Allah Sumut bisa Kuat dalam Panahan. Inilah tugas Pemerintah Provinsi dan pengurus Cabang Panahan di Sumut untuk menyatukan semua," harapnya.

Usai berlaga di ajang ini, Budiono mengatakan akan kembali mempersiapkan anak asuhny pada kejuaraan berikutnya yang lebih bergengsi. Salah satunya adalah Open Tournament di Malaysia tahun 2020.
Dari ajang di Sumatera Barat kemarin, Budiono juga telah melakukan evaluasi terhadap tim. Para atlet akan terus digembleng.

"Persiapan saja karena mau ikut Open Turnamen di Malaysia. Masih konfirm waktu dan sekalian fokus pembibitan berjenjang di Kota Tebingtinggi. Kami harus siap menghadapai event yang lebih besar. Terus persiapan pembinaan dan evaluasi di Atlet usia 15 dan 17 tahun. Dengan ini yakin ke depan di Sumut akan lahir pemanah-pemanah hebat dari Kota Tebingtinggi," tutupnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved