Catatan Akhir Tahun 2019, LBH Medan Terima 232 Aduan dan Tangani 28 Kasus
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meliris catatan akhir tahun penanganan dan pengaduan kasus yang ditangani sejak Januari hingga Desember 2019.
Catatan Akhir Tahun 2019, LBH Medan Terima 232 Aduan dan Tangani 28 Kasus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meliris catatan akhir tahun penanganan dan pengaduan kasus yang ditangani sejak Januari hingga Desember 2019.
Wakil Dirut LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, pihaknya telah menerima aduan sebanyak 232 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu.
Menurut dia, peningkatan pengaduan membuktikan bahwa masih banyaknya pencari keadilan dari masyarakat miskin di Sumatera Utara ini.
"Sampai Desember 2019, LBH Medan telah menerima total pengaduan sebanyak 232 pengadu, di mana 204 kasus berbentuk konsultasi dan 28 kasus ditangani dengan rincian 13 kasus pidana dan 15 kasus perdata," ujarnya saat memberikan paparan di Kantor LBH Medan, Jalan Hindu, Selasa (31/12/2019).
Dalam paparan akhir tahun ini, LBH Medan mengusung tema sepanjang tahun 2019, adalah tahun 'Matinya Demokrasi dan Pelanggaran HAM Terus Terjadi'.
LBH Medan juga mencatat, lanjut Irvan, terjadinya 167 kasus kekerasan (penembakan dan penganiayaan) di Sumut yang dilakukan oleh oknum Polisi. Jumlah korban sebanyak 223 orang.
"Kekerasan ini mencakup kekerasan secara fisik ataupun non-fisik. Sedangkan kondisi korban juga beragam yakni luka-luka, trauma dan dikriminalisasi termasuk korban penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang," kata Irvan.
Selain itu, LBH Medan juga memberikan pendampingan dalam dua kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Gambaran tersebut di atas didasarkan pada data kasus pendampingan dan hasil analisis LBH Medan selama kurun waktu 2019. Data dan analisis inilah yang kemudian kami rekam dan rangkum dalam sebuah Catatan Akhir Tahun (CATAHU) 2019," ungkapnya.
LBH Medan juga membeberkan dokumentasi berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Sumut, khususnya Kota Medan.
Dalam dokumentasi tersebut, LBH Medan menyaksikan secara langsung demokrasi dikorupsi dan dibunuh.
"CATAHU juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada semua pihak," tegas Irvan.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/catatan-akhir-tahun-lbh-medan.jpg)