Tradisi Unik Masyarakat Silalahi Dairi, Ziarah Makam Leluhur saat Malam Pergantian Tahun

Berziarah ke makam leluhur saat Tahun Baru merupakan tradisi tahunan di masyarakat Kecamatan Silahisabungan

Tradisi Unik Masyarakat Silalahi Dairi, Ziarah Makam Leluhur saat Malam Pergantian Tahun
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Keluarga Ompung Alex Situngkir, penduduk Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi berziarah ke makam leluhur sesaat usai pergantian tahun, Rabu (1/1/2020) dini hari. Berziarah ke makam leluhur saat Tahun Baru merupakan tradisi tahunan di masyarakat di daerah ini. (TRIBUN MEDAN / DOHU LASE) 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Berziarah ke makam leluhur saat Tahun Baru merupakan tradisi tahunan di masyarakat Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, setiap pergantian tahun.

Sesaat usai memasuki tahun yang baru, tiap-tiap warga berkumpul, lalu berangkat bersama menuju lokasi kompleks makam orang tua masing-masing.

Seperti keluarga Ompung Alex Situngkir, penduduk Desa Silalahi III. Begitu waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB, Rabu (1/1/2020), mereka langsung bergegas mempersiapkan diri dan bawaan.

Bawaan dimaksud antara lain, sirih, rokok, dan makanan.

Sesampainya di lokasi makam, para anggota keluarga menyalakan lilin di sekujur bangunan makam terlebih dahulu, baru kemudian berdoa.

Doa dipimpin oleh anggota keluarga paling tua dan diawali di bangunan makam yang telah disatukan.

Disebut 'disatukan' karena sebelumnya jasad-jasad ini meninggal dan dikubur terpisah, baik secara waktu, maupun tempat.

Setelah cukup lama, kuburan tanah dibongkar dan tulang-belulang leluhur disatukan dalam satu bangunan makam, yang biasanya berbentuk rumah adat, lewat ritual Mangongkal Holi.

Usai berdoa di makam bangunan, keluarga Ompung Alex Situngkir selanjutnya berdoa di makam anggota keluarga yang paling terakhir meninggal, yang masih berbentuk kuburan tanah.

"Tujuan kita berziarah, yaitu menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru kepada leluhur, sekaligus meminta leluhur kita membantu mendoakan kita supaya kita sehat walafiat, murah rezeki, dan lain-lain," tutur salah satu anggota keluarga Ompung Alex Situngkir saat ditemui Tribun Medan usai berziarah.

Ia mengatakan, masyarakat Silahisabungan meyakini roh leluhur sesungguhnya hidup dan senantiasa menyaksikan perbuatan mereka para keturunannya yang masih hidup di dunia.

"Kematian ini kan hanya tubuh yang tiada, tetapi roh mereka (leluhur-red) tetap hidup," katanya.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved