Apel Kenakan Pakaian Adat, Dinas Pariwisata Medan Simbolkan Kota Multikultural

Pakaian adat dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan, serta sebagai pemersatu bangsa, pemersatu warga, dan promosi wisata.

Apel Kenakan Pakaian Adat, Dinas Pariwisata Medan Simbolkan Kota Multikultural
Dok. Humas Pemerintah Kota Medan
Jajaran Dinas Pariwisata Medan menggunakan pakaian adat dari berbagai etnis di Kota Medan, pada apel perdana tahun 2020, Kamis (2/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, Keberagaman merupakan modal bersama untuk membangun Kota Medan menjadi lebih baik lagi dalam segala bidang.

Ia melanjutkan, perbedaan mengajarkan untuk saling menghargai sehingga membentuk Kota Medan menjadi kota multikultural yang humanis, dan menjadi magnet wisatawan.

Pernyataan itu disampaikan Akhyar yang diwakili Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Agus Suriono saat memimpin apel perdana 2020 di Kantor Dinas Pariwisata Medan, Kamis (2/1/2020).

“Berbeda-beda namun kita tetap satu. Ini menjadi barang mahal yang harus kita jaga bersama,” kata Agus dalam keterangan tertulis.

Menariknya, Medan sebagai kota multikultural bukan sekadar kata-kata pada pagi itu karena seluruh jajaran Dinas Pariwisata memakai pakaian adat dari berbagai etnis di Kota Medan saat apel.

Agus mengatakan, pemakaian pakaian adat itu bertujuan untuk menunjukkan semangat baru, dukungan perwujudan Medan rumah kita yang multikultural, dan simbol kedisiplinan seluruh jajaran Dinas Pariwisata Kota Medan.

 “Mari kita lakukan refleksi untuk lebih baik lagi, khususnya dalam meningkatkan sektor pariwisata Kota Medan,” kata Agus.

Percantik Kota Medan

Ia melanjutkan, penggunaan baju adat juga dilakukan guna mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) mempercantik Medan.

Menurut Agus, mempercantik kota bukan hanya melalui kebersihan lingkungan saja, tapi juga melalui bidang lain, salah satunya pariwisata.

“Baju adat yang kita kenakan menjadi wujud cantiknya Kota Medan. Jadilah duta pariwisata untuk mempromosikan Kota Medan bagi siapa saja kapan pun dan di mana pun,” imbuh dia.

Pakaian adat yang dikenakan menurut Agus juga dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan sebagai pemersatu bangsa, pemersatu warga, dan promosi wisata.

“Kita tingkatkan etos kerja. Buktikan dan tunjukkan Kota Medan memiliki hal berharga yang harus dijaga bersama, yaitu keberagaman suku, etnis, budaya, dan agama,” kata Kadis Pariwisata Kota Medan kepada peserta apel.

(Penulis: Inadha Rahma Nidya / Editor: Anggara) 

Editor: Kilas KG Media
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved