Wali Kota Siantar Masih Pertahankan Tersangka Korupsi Posma Sitorus Jabat Kadis Kominfo

Pemerintah Kota Pematangsiantar masih mempertahankan tersangka korupsi Posma Sitorus sebagai Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Tribun-Medan.com/Tommy Simatupang
Wakil Wali Kota Pematangsiantar Togar Sitorus saat diwawancarai di Balai Kota, Senin (6/1/2020). 

"Kita kan tetap azaz praduga tak bersalah. Dia masih bekerja. Belum ada penahanan," katanya.

Ia juga mengatakan untuk jabatan Posma Sitorus harus melalui lelang jabatan.

Zainal menjelaskan untuk jabatan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) yang ditinggal Renward Simanjuntak akan diisi Pelaksana tugas. Hal itu sembari menunggu jabatan definitif melalui lelang jabatan.

"Eselon II harus seleksi terbuka. PRKP nnti kita lihat dulu. Kita lihat Pak Wali (tunjuk) siapa Plt PRKP. Lalu, nanti ada seleksi terbuka untuk definitif," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Renward Simanjuntak tidak dapat komentar terkait proyek fisik yang lewat dari jadwal kesepakatan. Renward mengatakan nanti akan lebih mengoptimalkan pengerjaan proyek.

"Kalau sekarang belum dapat aku komentari karena aku masih baru. Nanti ke depan tidak seperti ini. Jangan dulu kalian minta tanggapanku ya," katanya.

Seperti diketahui, Pemko Siantar melantik 176 pejabat eselon II, III dan IV di Ruang Data Walikota Pematangsiantar. Wakil Wali Kota Pematangsiantar Togar Sitorus melantik Renward Simanjuntak sebagai Kepala Dinas PU menggantikan Jhonson Tambunan. Pemko juga melakukan rotasi untuk jabatan sekelas Camat, Kepala Bagian/Bidang, dan Kepala Seksi.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Siantar telah menetapkan Posma Sitorus dan Acai Tagor Sijabat sebagai tersangka korupsi Rp 450 juta pada Program Smart City tahun 2017 sekitar tiga bulan yang lalu. Namun, Kejari belum melakukan penahanan.

Kasi Pidsus Kejari Siantar Dostom Hutabarat mengatakan baru saja mendapatkan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Sumut untuk kasus Posma dan Acai yang merugikan negara mencapai Rp 450 juta lebih. Dostom kembali berjanji akan menahan Posma dan Acai tersangka proyek Smart City 2017 pada akhir Januari.

"Akhir bulan Januari atau awal Februari 2020 kita akan melakukan penyerahan berkas ke Pengadilan Negeri Siantar. Karena kita kan baru mendapatkan keterangan dari Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP)nya," katanya, Kamis (2/1).

"Sabarlah ya masih tahap pemeriksaan dan kita masih fokus terhadap Posma dan Acai. Tetapi tetap kita melakukan pemanggilan dan pemeriksaan lanjutan terhadap Herowin," katanya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved