Selundupkan 10 Kg Sabu dari Malaysia, 3 Terdakwa Bawa Narkoba Melalui Pelabuhan Tikus

Pengadilan Negeri Medan menjalani sidang lanjutan tiga terdakwa yaitu Zainal Abidin Hasibuan alias Ucok (51), Zulauni alias Zul (42)

Selundupkan 10 Kg Sabu dari Malaysia, 3 Terdakwa Bawa Narkoba Melalui Pelabuhan Tikus
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Tiga terdakwa kasus perdagangan sabu seberat 10 kilogram diadili di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (8/1/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Pengadilan Negeri Medan menjalani sidang lanjutan tiga terdakwa yaitu Zainal Abidin Hasibuan alias Ucok (51), Zulauni alias Zul (42), dan Julparly alias Padly (31) terkait kasus Narkotika berupa sabu seberat 10 kilogram, Rabu (8/1/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irma Hasibuan mendakwa ketiganya dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan membawa Narkotika Golongan I (satu) dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (gram) berupa 10 bungkus narkotika jenis Shabu seberat 10 kilogram.

Irma mengungkapkan bahwa Sabu dibungkus dengan plastik kuning keemasan yang disimpan di dalam 2 buah ember cat oli ukuran 25 kilogram yang diletakkan di belakang kapal dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau.

"Pada Hari Senin tanggal 20 Mei 2019 sekira pukul 14.00 WIB ketika terdakwa Zainal dan Juparly berada di Panipahan Riau, Zainal dihubungi oleh teman terdakwa yang bernama Iqbal dan menyuruh terdakwa membawa narkotika jenis sabu dari Portklang Malaysia menuju Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau. Terdakwa menyetujui dan Iqbal mengatakan apabila jenis sabu tersebut telah sampai tujuan, dan sudah diserahkan kepada pembeli maka terdakwa akan mendapatkan upah senilai Rp 200.000.00 (dua ratus juta rupiah)," tutur Irma.

Iqbal memberikan RM 10.00 kepada terdakwa sebagai biaya perjalanan bersama Julparly dari pelabuhan Jeti Asa Niaga Portklang Malaysia melalui laut dan tiba pada hari Senin tanggal 27 Mei 2019 terdakwa Zainal dan Juparly tiba di Medan untuk transaksi dengan Zaulani.

Dalam persidangan ini, PN Medan membawa dua orang saksi yaitu Rustam dan Agung yang memiliki keterkaitan dengan terdakwa.

Hakim Ketua, Syafril Batubara, menuturkan bahwa Agung turut terlibat dalam membawa Sabu melalui jalur laut.

Dalam hal ini Agung membenarkan bahwa ia berada di kapal namun tidak tahu akan keberadaan sabu tersebut.

Ia menuturkan hanya menerima suruhan dari Iqbal, seorang Toke yang berada di kapal tersebut. Hingga saat ini Iqbal masih berstatus DPO.

"Saya bekerja masih sekitar 1 bulan. Iqbal kasih ke saya minta dititipkan ke kapten. Saya yang bawa ember ke darat namun tidak tahu isinya apa. Yang terakhir dikasih Iqbal sebesar ember cat 2 buah," tutur Agung.

Tiga terdakwa ditangkap dengan disita barang bukti berupa 10 bungkus  narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram, 1 unit handphone merk Vivo warna hitam , 1 unit handphone merk Oppo warna gold les putih. (cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved