Breaking News:

Wakil Bupati Deliserdang Tegur Camat Tanjungmorawa Edy Yusuf

"Masa' gitu saja pun enggak bisa kau mengatasinya," kata Wakil Bupati Yusuf Siregar.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Indra Gunawan
Wakil Bupati Deliserdang M Ali Yusuf Siregar 

TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Bupati Deliserdang M Ali Yusuf Siregar menegur Camat Tanjungmorawa, Edy Yusuf dihadapan banyak orang usai menghadiri apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di Alun-alun Pemkab Rabu, (8/1/2020).

Teguran diberikan Yusuf Siregar karena mengetahui hingga kini Edy Yusuf tidak mampu untuk bersikap tegas kepada pengusaha peternakan ayam potong ilegal di Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjungmorawa. Meski warga sudah lama resah dan diserang wabah lalat namun ia pun belum bisa menyelesaikan kasusnya.

"Masa' gitu saja pun enggak bisa kau mengatasinya," kata Wakil Bupati Yusuf Siregar.

Yusuf Siregar dan Edy Yusuf sama-sama hadir di acara kegiatan apel. Yusuf Siregar datang dengan mendampingi Bupati. Sementara Edy datang sebagai undangan sama dengan camat-camat lain. Saat dimintai penjelasannya mengapa belum juga ditertibkan Edy pun sempat memberikan alasan singkat.

"Tinggal satu pengusaha lagi, Pak," kata Edy.

Mendengar hal itu Yusuf Siregar pun meminta agar secepatnya dirinya turun tangan melakukan penertiban. " Udah nanti ditertibkannya itu," kata Yusuf tegas menjawab pertanyaan wartawan.

Banyak yang menilai Edy Yusuf sebagai Camat Tanjung Morawa tidak punya ketegasan dalam hal penertiban ternak ayam ilegal di Desa Dalu X B. Meski tidak pernah menghadapi tantangan preman di lokasi namun dirinya belum juga berani mengambil sikap tegas. Terhitung sudah lebih lima kali dirinya melakukan peninjauan namun belum ada tindakan tegas yang dilakukan.

Banyak pihak yang membanding-bandingkan ketegasan antara Camat Tanjung Morawa dengan Camat Hamparan Perak, Amos Karo-Karo. Saat mau melakukan penertiban ternak babi di wilayahnya Amos pun sempat dihadap oleh preman-preman yang diduga sebagai orang suruhan pengusaha. Meski sempat disekap saat mau melakukan penertiban namun Amos pun tidak pernah mundur dan merasa takut.

Atas keberaniannya itu kini Pemkab pun akan turun tangan. Rapat khusus mengenai peternakan babi ini pun sempat digelar Pemkab Rabu siang. Hasilnya dalam waktu dekat pengusaha disuruh untuk memindahkan hewan ternaknya dan jika tidak mau akan dilakukan eksekusi penertiban. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved