Kejari Dalami Kabar Pungli 30 Persen SPPD Pegawai di Dinas Penanaman Modal Siantar

Kejaksaan Negeri Siantar tengah mendalami kasus pungutan liar (Pungli) dengan metode pemotongan dana perjalanan dinas sebesar Rp 30 persen di Siantar.

Kejari Dalami Kabar Pungli 30 Persen SPPD Pegawai di Dinas Penanaman Modal Siantar
Tribun Medan/Tommy Simatupang
PNS Mangapul Sitanggang mengungkapkan praktik pungli di Dinas PMPTSP saat diwawancarai di Jalann Gereja Kota Pematangsiantar, Selasa (7/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Negeri Siantar tengah mendalami kasus pungutan liar (Pungli) dengan metode pemotongan dana perjalanan dinas sebesar Rp 30 persen di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Pematangsiantar. 

"Saya sudah baca berita tersebut. Menanggapi berita adanya pungli 30 persen tersebut kami, Kejari, akan menindak lanjuti dan dalam tahap pengumpulan data," kata Kasi intel Kejari Siantar Bas Faomasi Jaya Laia, Kamis (9/1/2020).

Bas juga meminta kepada Mangapul Sitanggang untuk membuat laporan tertulis ke Kejari Kota Pematangsiantar. Dalam melakukan tindakan itu Kejari ada prosedurnya jadi tidak bisa asal-asalan.

"Memang kami tetap akan melakukan tindak lanjut karena dia secara gamblang telah mengungkapkan adanya pungli 30 persen di dinas perijinan. Akan tetapi kan kita ada prosedurnya untuk menindak lanjuti," katanya.

Sebelumnya, PNS Pemko Pematangsiantar Mangapul Sitanggang siap memberikan keterangan untuk bahan penyelidikan polisi dalam pungli pemotongan 30 persen uang perjalanan dinas. Mangapul Sitanggang mengatakan tidak takut untuk mengungkapkan fakta yang terjadi di Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Pematangsiantar.

Dinonjobkan, PNS Pemko Siantar Beberkan Dugaan Pungli 30 Persen Uang Perjalanan Dinas

"Apa yang saya alami itu yang saya katakan. Saya berani bersumpah dengan apa pun. Saya siap menjawab polisi. Kita ungkapkan karena benar dan siap untuk itu. Saya yang buka masak tidak siap kasih keterangan,"ujarnya, Rabu (8/1/2020).

Mangapul juga tidak mempermasalahkan bantahan dari pejabat Pemko Siantar. Katanya, apa pun yang disebutkan benar terjadi di Pemko Siantar.

"Silakan mereka (Pemko Siantar) bantah. Kalau mereka mau membantah silakan. Terlalu kecil saya berbohong untuk itu. Jadi persoalan mereka (pejabat Pemko siantar) membantah urusan dia. Apa yang saya alami itu yang saya kasih tahu,"ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Nur Istiono mengatakan akan melakukan penyelidikan untuk kasus ini.

"Akan segera kita lidik,"ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved