Breaking News:

Curhatan Penganut Sikh Tak Diakui Negara, Terpaksa Nikah Pakai Identitas Agama Hindu

Kuil yang menjadi tempat beribadah Agama Sikh yaitu Gurdwara Shree Guru Arjun Dev Ji dibangun atas prakarsa Banta Singh Fatupila

TRIBUN MEDAN/KARTIKA DEWI
Prosesi Pernikahan penganut agama Sikh beberapa waktu lalu 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Kuil yang menjadi tempat beribadah Agama Sikh yaitu Gurdwara Shree Guru Arjun Dev Ji dibangun atas prakarsa Banta Singh Fatupila, Chana Singh Koarka, Shinggara Singh Chabal. Diagat Singh Chabal, dan Harnam Singh Khairon ini berdiri pada tahun 1953.

Walau sudah lama berada di Kota Medan, namun Agama Sikh ini belum diresmikan sebagai agama sah yang ada di Indonesia.

Berdasarkan atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 477/74054 tertanggal 18 November 1978 dinyatakan agama yang diakui resmi oleh pemerintah adalah Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha, kemudian melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid menetapkan Konghucu sebagai agama ke-enam yang diakui di Indonesia.

Balwinder mengungkapkan bahwa untuk di Indonesia sendiri ia belum mendengar mengenai akan adanya peresmian agama Sikh tersebut.

Ia juga menuturkan bahwa sejauh ini walau masih dikategorikan sebagai aliran kepercayaan, ia tidak merasa keberatan.

"Selama ini saya biasa saja. Tidak ada rasa hati mau tau untuk mencoba. Saya selalu ikut seminar. Dengan datangnya tamu saya selalu bersedia untuk meluangkan waktu untuk menjelaskan mengenai agama Sikh ini. Ada yang sampai mengerjakan penelitian skripsi atau hanya untuk nilai agama saja. Itulah salah satu upaya saja u untuk selalu memperkenalkan Sikh," ungkap Balwin.

Parvin Kaur, seorang siswa yang beragama Sikh mengungkapkan bahwa awal masuk sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia tidak memberitahukan identitasnya kepada teman sekelasnya.

Ia menuturkan bahwa alasan ia tidak menyebutkan identitasnya karena masih banyak yang awam mengenai agama Sikh.

"Awal masuk gak disebutin, karena kan banyak yang tidak tahu dan saya juga masih belajar mengenal. Sekaranglah baru belajar-belajar. Kalau orang-orang banyak bilangnya Hindu. Kan Hindu banyak kak, ada Tamil, kalau kami ini Punjabi," tutur Parvin kepada Tribun.

Dengan status agama yang berkategori aliran kepercayaan, Maka untuk menjalani ikatan pernikahan harus menggunakan status agama Hindu yang sudah secara sah di Indonesia.

Balwinder berharap dengan gencarnya ia membantu mensosialisasikan Agama Sikh ke masyarakat luas, dapat membantu memperkenalkan agama Sikh ke masyarakat kota Medan yang belum tahu banyak mengenai agama ini.

"Harapan saya yang paling penting Agama Sikh diakui di Indonesia, jadi kita itu dilihat orang tidak tabu, cara sembayang kita orang tidak terkejut lagi. Cara berbaur semua aman, tidak ada dikucilkan. Jadi anak saya dan anak yang lain kedepannya layak tinggal di Indonesia. Sekarang ini layak cuma agama kita ini tidak begitu terkenal dan tidak diakui jadi harapannya bisa diakui oleh negara," harap Balwin.

Walau masih aliran kepercayaan, Balwinder mengaku banyak mahasiswa melakukan kunjungan untuk penelitian skripsi.

Ia menuturkan bahwa cara seperti ini sangat bagus dengan membantu mahasiswa juga mampu mensosialisasikan agama Sikh. (cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved