Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Kejari Medan Sudah Terima SPDP Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin

Kejari Medan Sudah Terima SPDP Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Zuraida Hanum yang juga istri korban Jamaluddin (kiri), dan eksekutor pembunuhan Jefri Pratama (kanan), memperagakan adegan tempat bertemunya dengan seorang eksekutor saat rekonstruksi atau reka ulang di Cafe Every Day Jalan Ringroad Medan, Sumatera Utara, Senin (13/1/2020).Tribun Medan/Riski Cahyadi 

Kejari Medan Sudah Terima SPDP Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin yang dibunuh istri korban dan dua orang pelaku lainnya.

Kasi Pidum Kejari Medan, Parada Situmorang, menyebutkan pihaknya sudah menerima SPDP dari Polrestabes Medan dengan tiga orang tersangka, masing-masing Zuraida Hanum (41), Jefry Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29).

“SPDP adalah bentuk check and balances dalam menjalankan kewenangan penyidikan. Kita terima pada 10 Januari 2020 lalu. Penuntut umum sebagai pemegang kekuasaan penuntutan mempunyai hak menentukan apakah suatu penyidikan telah lengkap atau belum. Dalam konteks itulah penyidik memberitahukan melalui surat kepada penuntut dimulainya penyidikan. Semacam koordinasi saja, karena nanti yang maju (bersidang) kan jaksa,” kata Parada Situmorang, Senin (13/1/2020).

Ia menjelaskan bahwa tim penyidikan dari Kejari terdiri dari 5 tim. "Kajari menunjuk Kasi Pidum, Kasi BB, Kasi Intel, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan. Kita menjamin tetap netral dalam kasus ini," tambahnya.

Lebih lanjut, Parada melanjutkan pihaknya aka berkoordinasi dengan penyidik untuk dilakukannya rekonstruksi peristiwa pembunuhan tersebut.

“Hari ini tim bersama antara Polrestabes Medan dan Kejari Medan menggelar rekontruksi di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Kejari Medan terdiri dari Kasi Pidum, Kasi Intel, Kasi BB, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan," bebernya.

Ia menambahkan proses hukum perkara itu masih ditangani penyidik kepolisian. Bila memang layak dan lengkap persyaratannya utuk digelar persidangannya, pihaknya pasti akan melimpahkan perkara itu ke Pengadailan Negeri Medan.

"Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kita pasti kordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin menyebutkan bahwa istri Hakim PN Medan itu rupanya menjadi otak dari pembunuhan Jamaluddin. Zuraida menyuruh dua eksekutor untuk menghabisi nyawa Hakim Jamaluddin.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved