Pasien Penyakit Kulit di RSUD dr Pirngadi Meningkat, Anak Muda Paling Rentan
Jumlah pasien penyakit kulit di RSUD dr Pirngadi Medan meningkat pada tahun 2019.
TRIBUN-MEDAN.com-Jumlah pasien penyakit kulit di RSUD dr Pirngadi Medan meningkat pada tahun 2019.
Dokter Irwan Fahri Rangkuti, SpKK yang merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUP dr Pirngadi Medan mengatakan, saat ini penyakit kulit yang banyak dialami oleh masyarakat Medan dan sekitarnya adalah penyakit kulit jenis Jamur. Bahkan dikatakan jumlahnya meningkat di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.
"Meningkat sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018, karena tahun 2019 banyakan musim panas akibatnya lembab," ucapnya.
Dokter Irwan menjelaskan adapun penyebab penyakit kulit jenis jamur ini yakni karena lembab dan panas sehingga timbul jamur.
"Kalau dominan penyakit kulit masih penyakit jamur. Karena kondisi Indonesia inikan lembab dan panas. Lembab dan panas itu sebabkan timbul jamur," kata dokter kulit dan kelamin yang sudah puluhan tahun bertugas di RSUP dr. Pirngadi ini.
Kata dr Irwan, golongan usia yang kerap mengalami penyakit jamur ini adalah kalangan anak muda, karena mereka dikatakan aktivitasnya tinggi yang banyak mengeluarkan keringat.
"Biasanya semua usia bisa kena. Namun, yang paling sering kena itu orang muda karena aktivitasnya banyak. Kadang-kadang keringatan tidak ganti baju maka basah dan timbul jamur," ungkapnya.
Ia menjelaskan untuk mencegah datangnya penyakit jamur ini sebenarnya gampang namun banyak masukan yang tidak tau. Dikatakanya selama ini banyak masyarakat berpikir bahwa jamur itu bisa sembuh sendiri, padahal harus diobati atau diantisipasi.
"Mencegah penyakit jamur yaitu, menghindari hal-hal yang menyebabkan lembab, misalnya sehabis mandi, harus dilap kering, jangan masih basah pakai baju akibatnya timbul jamur," katanya.
Selain itu, jika telah terkena segera berobat. Kalau tidak diobati, sebenarnya tidak ada bahayanya namun jika tidak diobati bisa melebar dan, gatal, kosmetiknya jadi terganggu.
"Penyakit kulit ini tidak diobati bisa melebar ke samping ke atas dan ke bawah. Bisa menular juga jadi jaga kebersihan. Jika sudah tahu ada gejala penyakit kulit segera diobati agar tidak melebar," ucapnya.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rsup_pirngadi_medan_irwan_fahri_rangkuti.jpg)