Kedai Tok Awang

Entah Apa yang Merasuki Barcelona

Fakta lain menunjukkan, sebagai pelatih Betis, Setien tujuh kali menghadapi Barcelona dan hanya mampu satu kali menang. Enam laga lainnya kalah.

Entah Apa yang Merasuki Barcelona
www.fcbarcelonanoticias.com
Pelatih Barcelona, Quique Setien 

"Equatorial Guinea itu klub bola atau negara?" tanya Ane Selwa. "Kok, aku belum pernah dengar?"

Sudung cepat menyahuti. "Negara, Ne, bukan klub. Negara di Afrika. Makanya, dulu waktu pelajaran geografi jangan tidur aja kerja Ane."

"Banyak kali cakap kau. Macam kau bisa aja. Tahunya aku pelajaran geografi kau juga dulu ponten empat. Jangan sok, lah. Kalok cumak nengok di gugel nenek-nenek belum ganti kulit jugak bisa."

Pertengkaran tak berlanjut karena Jontra Polta buru-buru memotong. Melanjutkan kesan heran, Jon bilang tidak memahami apa yang menjadi pertimbangan manajemen Barcelona memilih Setien.

"Cobak kelen tengok riwayat kariernya. Sudah, lah, megang klub gurem, enggak ada pulak yang pernah juara. Paling lama dia ngelatih Lugo, klub Divisi Dua," sebutnya.

Quique Setien enam tahun di Lugo. Catatan paling baik dibuatnya di tahun 2012 saat membawa klub ini naik dari Segunda Division B. Setelah itu, sampai tiga tahun berselang, tak ada gebrakan hingga pindah ke Las Palmas.

"Tapi dia pernah main di Liga Champions, Ketua. Tahun 2018. Waktu pegang Real Betis," kata Sudung.

"Juara?" tanya Sangkot dan Ane Selwa nyaris bersamaan.

"Ya, enggak. Langsung tebuntang di babak grup."

"Itu, lah. Makanya awak bingung. Entah apa, lah, yang merasuki manajemen Barca ini, ya. Pelatih kelas tiga pulaknya mereka rekrut. Macam enggak ada yang lain," kata Jontra Polta diikuti tawa berderai. Sudung, Sangkot, dan Ane Selwa ikut tertawa.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved