Kedai Tok Awang

Entah Apa yang Merasuki Barcelona

Fakta lain menunjukkan, sebagai pelatih Betis, Setien tujuh kali menghadapi Barcelona dan hanya mampu satu kali menang. Enam laga lainnya kalah.

Entah Apa yang Merasuki Barcelona
www.fcbarcelonanoticias.com
Pelatih Barcelona, Quique Setien 

"Ah, kalian sama aja kayak netizen-netizen alay. Sok tahu," sergah Lek Tuman yang sedari tadi bermain catur dengan Pace Pae.

Lek Tuman Cules sejati. Dia telah menjadi suporter Barcelona sejak era Ronald Koeman. Dia mengaku memotong ayam peliharaan dan meminta istrinya untuk memasak opor untuk merayakan kemenangan Barcelona atas Sampdoria di Piala Champions 1992.

Pace Pae pun begitu. Selain Persipura, hanya Barcelona yang ada di hatinya. Untuk Spanyol tentu saja. Di Jerman dia menyukai Borusia Dortmud, di Perancis PSG, di Belanda Ajax, di Italia Inter Milan, dan di Inggris, Manchester United. Khusus Inggris, ini perpaduan yang agak unik. Sebab biasanya, suporter Manchester United lebih condong ke Real Madrid.

"Saya suka Ronaldinho. Kata saya punya Bapa, dulu di Persipura ada pemain nama Timo Kapisa. Kata Bapa, mainnya mirip Ronaldinho. Jadi tiap lihat itu Ronaldinho main, saya membayangkan Timo," katanya tiap kali ditanya alasan mengapa dia menjadi Cules. Dan sejurus itu, Pace Pae akan selalu menyanyikan lagu Black Brother. Timo Kapisa, Johanes Auri, dan kawan-kawannya. Bermain gemilang, menerjang lawan dan selalu menang.

Pace mencoba menampik tudingan Jontra Polta yang menyebut Setien pelatih kelas tiga. Menurut dia, saat melatih Betis, Setien pernah membawa timnya mengalahkan Barcelona dan Real Madrid.

Kelitan ini tak cukup kuat. Sudung yang jadi juru googling, menemukan fakta bahwa memang benar Betis di bawah Setien pernah menekuk Barcelona dan Real Madrid. Namun fakta lain menunjukkan, sebagai pelatih Betis, Setien tujuh kali menghadapi Barcelona dan hanya mampu satu kali menang. Enam laga lainnya kalah.

"Lawan Madrid agak mendingan sikit," sebut Sudung. "Delapan kali main, dua kali menang, dua kali seri, empat kali kalah."

Lek Tuman mengambil jalan lain. Ia mengatakan pemilihan Setien hanya merupakan semacam langkah antara. Maksudnya, Setien hanya bagian dari skenario besar manajemen yang ingin mengembalikan filosofi Tiki Taka yang mulai luntur sejak ditangani Valverde.

"Manajemen telah menyiapkan Xavi Hernandes sebagai pelatih masa depan. Tadinya Xavi diminta untuk langsung menangani Barca sekarang, tapi dia menolak karena ingin menghormati kontraknya di Qatar," kata Lek Tuman.

Argumentasi Lek Tuman justru memperpanjang debat. "Kalok kayak gitu, awak rasa agak aneh, lah, Lek," kata Ane Selwa.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved