Kedai Tok Awang

Entah Apa yang Merasuki Barcelona

Fakta lain menunjukkan, sebagai pelatih Betis, Setien tujuh kali menghadapi Barcelona dan hanya mampu satu kali menang. Enam laga lainnya kalah.

Entah Apa yang Merasuki Barcelona
www.fcbarcelonanoticias.com
Pelatih Barcelona, Quique Setien 

"Aneh macam mana?"

"Barca ambil resiko terlalu besar."

"Terlalu besar bagaimana?"

Ane Selwa bilang, meski gagal dapat tropi Piala Super Spanyol, sampai sejauh ini Barcelona masih punya peluang untuk membawa tiga tropi lain ke Camp Nou. Mereka sedang memimpin klasemen La Liga. Mereka juga masih hidup di Copa Del Rey dan Liga Champions.

"Jadi kalau alasannya cuma untuk menunggu Xavi, kurasa bengak kali, lah, orang tu. Ibarat kata ini, Lek, berharap hujan di langit air tempayan dicurahkan," ujar Ane Selwa.

Lek Tuman tidak sepakat. Menurut dia, Barcelona bukan sekadar klub bola. Barcelona, sebutnya, adalah sebuah sistem. Dalam hal ini, sistem yang sudah dibangun secara solid, hingga siapa pun yang menjalankannya, tetap saja bisa berjalan.

Giliran Jontra Polta yang tertawa. "Begini, Lek. Aku ibaratkan Si Setien ini sopir, lah, ya. Sehari-hari, biasa bawa angkot dia. Lalu tiba-tiba disuruh bawa Ferrari. Jalan memang jalan Ferrari ini. Cuma enggak jaminan bisa mulus. Bisa-bisa nyosor masuk paret."

Tok Awang yang sedang menonton siaran ulang Master Chief di televisi, tiba-tiba menyeletuk. "Iya, sama, lah, kayak PSMS kelen itu. Target mau masuk Liga 1, eh, Si Philip Hansen pulak yang dijadikan pelatih."

"Eh, pelatih kelas itu, Tok. Orang Belanda," kata Sudung menimpali.

"Belanda kepala otak kau."

Sudung tertawa. Jontra Polta, Sangkot, Ane Selwa, tertawa. Pace Pae dan Lek Tuman juga ikut tertawa. Sementara di televisi, Chief Juna memarahi seorang kontestan karena salah memasak terong.(t agus khaidir)

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved