Ini 7 Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Ada Rencana Nikah hingga Umrah Usai Eksekusi

Inilah 7 Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin, TERUNGKAP Perselingkuhan, Rencana Nikah hingga Umrah

Ini 7 Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Ada Rencana Nikah hingga Umrah Usai Eksekusi
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Zuraida Hanum yang juga istri korban Jamaluddin (kiri), dan eksekutor pembunuhan Jefri Pratama (kanan), memperagakan adegan tempat bertemunya dengan seorang eksekutor saat rekonstruksi atau reka ulang di Cafe Every Day Jalan Ringroad Medan, Sumatera Utara, Senin (13/1/2020).Tribun Medan/Riski Cahyadi 

Zuraida Hanum menjawab, "Ya, kakak serius. Memang rencana kami mau nikah. Kakak enggak main-main. Selama ini kakak enggak tahan, udah lama kakak (sabar), udah cukup sakit hatilah. Reza memang betul mau bantuin Bang Jefri untuk bunuh suami kakak? Nanti kalau udah siap, kakak kasih uang Rp 100 juta. Dan setelah itu nanti kita umrah."

Lalu Reza menjawab: "Ya, Kak. Reza mau. Tapi kakak serius kan sama Bang Jefri? Nanti cuma manfaatin aja."

Kemudian Zuraida Hanum mengatakan "Coba tanya aja sama langsung Abangmu".

Setelah penyidik menyampaikan narasi, kemudian para pelaku melakukan reka adegan.

4. Zuraida Bantah soal Rp 100 Juta

Pernyataan penyidik dalam narasi soal uang dibantah oleh Zuraida Hanum. Ia mengaku tidak ada menjanjikan uang Rp 100 juta kepada para eksekutor.

"Saya janjikan Rp 100 juta untuk umrah berempat suatu saat nanti. Tidak ada saya janjikan uang, tapi saya janjikan umrah untuk ibunya dan dia (Reza dan Jefri), itu maksud saya," kata Zuraida kepada tim penyidik.

Jefri juga mengatakan bahwa Zuraida Hanum memberikan uang Rp 100 juta kepada adiknya selain umrah.

"Karena umrah itu nanti kami bertiga, yaitu saya, Hanum dan adik saya. Karena adik saya, Reza tidak mau, digantikan sama mamanya," kata Jefri saat reka adegan.

Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jefri Pratama memperagakan adegan tempat bertemunya Zuraida Hanum yang juga istri korban Jamaluddin saat rekonstruksi atau reka ulang di Cafe Every Day Jalan Ringroad Medan, Sumatera Utara, Senin (13/1/2020).Tribun Medan/Riski Cahyadi
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jefri Pratama memperagakan adegan tempat bertemunya Zuraida Hanum yang juga istri korban Jamaluddin saat rekonstruksi atau reka ulang di Cafe Every Day Jalan Ringroad Medan, Sumatera Utara, Senin (13/1/2020).Tribun Medan/Riski Cahyadi (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

5. Sepakat dan Beri Rp 2 Juta untuk Persiapan Eksekusi

Di Coffee Town, tersangka Reza dan Jefri menyetujui permintaan Zuraida Hanum untuk membunuh Hakim Jamaluddin.

Setelah ada kesepakatan, tersangka Zuraida memberikan uang Rp 2 juta kepada Reza.

"Uang itu untuk membeli peralatan yang digunakan untuk eksekusi, yakni jaket, sepatu, HP, masker dan sarung tangan," jelas tim penyidik.

6. Eksekutor Dijemput dan Dibawa ke Rumah

Pada tanggal 28 November 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, Jepri dan Reza dijemput di Pasar Johor Jalan Karya Wisata oleh Zuraida Hanum yang mengendarai mobil Toyota Camry BK 78 ZH.

Adapun eksekusi pembunuhan dilakukan di rumah Hakim Jamaluddin di Perumahan Royal Moncano, Medan Johor, pada 29 November 2019 dini hari.

7. Ratusan Warga yang Memadati Rumah Korban Kecewa

Rencana rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin menyedot perhatian masyarakat. Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi rumah Hakim Jamaluddin di Perumahan Royal Monaco, Medan Johor. Sejak pukul 09.00 WIB, warga sudah memadati area rumah Hakim Jamaluddin.

Bukan dari Medan Johor saja, warga dari kecamatan lain juga berdatangan dari pelbagai daerah seperti Marelan.

Amatan Tribun-Medan.com, puncak kepadatan warga untuk menyaksikan rekonstruksi pembunuhan berkisar pukul 16.40 WIB.

Ratusan warga menumpuk di sekeliling rumah korban. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua hadir dengan antusias.

Bahkan, tak sedikit warga sampai mengintip teras rumah korban, di mana keluarga korban Jamaluddin berada di dalam rumah.

Puluhan warga dan tetangga memadati rumah Hakim Jamaluddin di Perumahan Royal Monaco, Medan, Senin (13/1/2020). Warga antusias menunggu untuk melihat langsung jalannya rekonstruksi pembunuhan Hakim Jamaluddin.
Ratusan warga dan tetangga memadati rumah Hakim Jamaluddin di Perumahan Royal Monaco, Medan, Senin (13/1/2020). Warga antusias menunggu untuk melihat langsung jalannya rekonstruksi pembunuhan Hakim Jamaluddin. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Namun, setelah berjam-jam menunggu, akhirnya warga harus menelan kekecewaan. Sekitar pukul 17.45, mulai beredar kabar bahwa rekonstruksi tahap eksekusi pembunuhan hakim PN Medan tersebut, batal digelar hari Senin.

Alhasil, warga yang kecewa mulai berpulangan. Sejumlah warga menunjukkan ekspresi kesal karena merasa sia-sia menunggu sejak pagi hari.

"Udah lama-lama kami nunggu, mending enggak usah dikasih tahu ada rekonstruksi," jelas seorang wanita yang mengenakan berjilbab biru ini.

Sedangkan tetangga Jamaluddin, Esty menyebutkan ingin melihat wajah dari tersangka Zuraida Hanum. "Ya kami di sini pengin melihat wajahnya karena dari dulu kami enggak pernah lihat wajahnya, karena memang tertutup sama kami. Ya, di kumpulan perwiritan juga enggak pernah ikut. Tapi kalau bapak itu baik, orangnya ramah sekali," tuturnya, Senin (13/1/2020).

Seorang warga Perumahan Royal Monaco, Ibu Destry mengatakan tak menyangka bahwa Hakim Jamaluddin dibunuh oleh istrinya sendiri.

"Memang sudah pengin dari lama, ya saya melihatnya sangat mengerikan kok tega gitu, enggak nyangka aja bisa sangat sadis dan setega itu," tuturnya. (Tribun-medan.com)

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved