Napi Pembunuhan Mengaku Anggota Yonif 126 Kala Cakti, Poroti Rp 500 Juta dari 70 Korban Cewek

Napi Pembunuhan Mengaku Anggota Yonif 126 Kala Cakti, Poroti Rp 500 Juta dari 70 Korban Cewek

Napi Pembunuhan Mengaku Anggota Yonif 126 Kala Cakti, Poroti Rp 500 Juta dari 70 Korban Cewek
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Napi Pembunuhan Mengaku Anggota Yonif 126 Kala Cakti, Poroti Rp 500 Juta dari 70 Korban Cewek. Napi pembunuhan Edo Purnama saat ditanyai Kapolres Palangkaraya, Kombes Pol Dwi T Jaldri. 

Dengan akun tersebut, dia menipu hingga 70 orang dan dana yang didapat mencapai Rp 500 juta dalam waktu enam bulan selama dipenjara," ujarnya.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, tersangka Edo Purnama, melakukan tindak pidana penipuan tersebut dengan cara berkenalan dengan para korban khususnya perempuan melalui media sosial Instagram.

Kemudian meminta nomor kontak WhatsApp korban untuk berkenalan lebih dekat dan melakukan komunikasi telpon maupun Video Call.

Dalam perkenalan tersebut Edo mengaku berdinas di Batalyon Infanteri 126 Kala Cakti (bermarkas di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara Medan, Sumatera Utara) yang baru saja menuntaskan tugas menjaga perbatasan di Papua.

450 prajurit Yonif 126/KC diterjunkan mengawasi perbatasan Papua-Papua Nugini selama sembilan bulan dan kembali dengan selamat ke markas Oktober 2019 lalu. 

"Edo meminta sejumlah uang kepada korban untuk mengurus mutasi kepindahan ke Kota Palangkaraya dengan cara merayu sejumlah wanita yang dijanjikan akan dinikahinya," ujar Kapolresta Palangkaraya.

Kapolresta Palangkaraya mengatakan, pihaknya juga melakukan pemeriksan urin napi Lapas Kelas IIA Palangkaraya tersebut untuk melihat apakah selama dalam Lapas dia mengonsumsi narkoba, mengingat masa tahanannya tinggal setahun lagi.

"Ya, yang perlu diketahui rekan -rekan wartawan, kami juga melakukan pemeriksaan urin Edo, ternyata hasil pemeriksaan urinnya juga mengandung narkoba jenis amphitamin sejenis sabu," ujar Kapolresta Palangkaraya.

Kapolresta Palangkaraya mengatakan pengakuan Edo kepada polisi, NA merupakan salah satu pemilik Buku Rekening Bank yang dipinjamnya untuk mengumpulkan uang hasil penipuan dari sebanyak 70 wanita yang diperdayanya.

"Buku rekening bank yang dipakai untuk menipu jumlahnya ada sembilan dari rekan sesama penghuni lapas juga pegawai lapas," ujar.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved