Petani Kecil Tidak Ikut Kebanjiran Untung dari Beralihnya India ke Sawit Indonesia

CPO petani di Sumatera Utara saat ini katanya tidak punya sertifikasi sehingga menjadi kendala dan harganya sangat rendah.

Petani Kecil Tidak Ikut Kebanjiran Untung dari Beralihnya India ke Sawit Indonesia
Sawit 

Indonesia yang mengekspor komoditi perkebunan disebukannya masih bergantung pada CPO. Kalau pemberi besar lari dari Indonesia, tentu ini akan merugikan.

"Ekspor kita ke India itu cukup besar. Berada di nomor dua setelah China untuk Sumatera Utara. Saya melihatnya, permintaan CPO relatif tinggi sesuai dengan perkembangan penduduk karena untuk makanan," katanya.

Ia melihat, ketika kawasan teluk konflik berkepanjangan dan menyebabkan kenaikan harga minyak dunia, ini peluang bagi Indonesia terkhusus bagi Sumut karena CPO menjadi substitusi.

"Indonesia juga sekarang mencoba penggunaan tekonologi biodiesel. Ada target sampai B100. Kalau memang kita bisa meningkatkan teknologi dengan baik, permintaan CPO akan terus meningkat," paparnya.

Sementara itu Wahyu melihat, pertumbuhan ekspor CPO dari pemboikotan yang dilakukan India ini dilihat dari trend, akan meningkat sekitar 5 persen.

"Harga minyak dunia diprediksi akan terus meningkat, jadi harga CPO akan mengalami peningkatan. Ini asumsi tetapi bisa saja tidak berjalan sesuai dengan yang diproyeksikan," katanya.
(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved