News Video

RE Nainggolan Komentari Sikap Gubernur Edy Rahmayadi yang Ngotot Ubah Nama Festival Danau Toba

Festival Danau Toba ramai diperbincangkan. Ada pro/kontra saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melontarkan pernyataan jika acara tersebut tak bermanfaat

"Festival Danau Toba sudah ada di brosur-brosur dan menjadi kalender rutin Pariwisata Sumut bahkan Indonesia. Konsep dan kontennya yang perlu diubah dan disesuaikan agar benar-benar bisa memancing minat dan kehadiran pengunjung, baik domestik maupun mancanegara,” sambungnya.

RE Nainggolan di kawasan Danau Toba
RE Nainggolan di kawasan Danau Toba (HO)

RE Nainggolan Ajak Gereja Dukung Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin

RE Nainggolan Buka-bukaan soal Pariwisata Danau Toba, Sulit Kalahkan Bali Jika. .

RE Nainggolan tak mempermasalahkan rencana Edy Rahmayadi mengubah rangkaian kegiatan Festival Danau Toba dengan menambahkan triathlon (lari, sepeda dan berenang), yang penting namanya tetap Festival Danau Toba.

"Banyak opsi yang bisa dipilih, disesuaikan zaman saat ini, termasuk triathlon seperti yang disampaikan Pak Gubsu sendiri. Sebagai contoh, bisa dengan menggelar lomba balap sepeda seperti Tour de Toba. Bisa juga festival solu bolon dan berbagai event menarik lainnya. Ini memang membutuhkan persiapan dan publikasi yang serius," jelas mantan Sekda Provinsi Sumut ini.

Kritik 2 bupati

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Bupati Samosir Rapidin Simbolon tidak setuju soal rencana Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meniadakan Festival Danau Toba (FDT) 2020.

Keduanya bahkan mengkritik Pemerintah Provinsi Sumut karena tak dilibatkan dalam Festival Danau Toba 2019.

"Kalau menurut pendapat kami, dengan segala hormat kepada Bapak Gubernur, kurang tepat kalau Bapak Gubernur menyatakan bahwa FDT tidak ada manfaatnya. 

Menurut kami FDT bermanfaat tetapi kurang maksimal," ujar Rapidin Simbolon, Minggu (12/1/2020).

 Pengganti Festival Danau Toba yang akan Dilakukan Edy Rahmayadi?

 FESTIVAL Danau Toba Tak Ada, Aktivis Togu Simorangkir Lontar Statemen Menohok,Singgung Festival Babi

Kegagalan FDT 2019, menurut Rapidin, terletak pada pelaksanaan FDT 2019 di Kabupaten Simalungun Parapat Desember 2019 lalu yang tidak profesional. 

"Pelaksanaan kurang professional dan tidak membumi,"tambahnya.

Halaman
123
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved