Resmi Boikot Sawit Malaysia, India Mengalihkan Pembeliannya ke Indonesia

Imbasnya, para importir India mengalihkan pembeliannya ke Indonesia, meski dengan harga lebih mahal sekalipun.

Resmi Boikot Sawit Malaysia, India Mengalihkan Pembeliannya ke Indonesia
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Foto ilustrasi panen kelapa sawit. 

Resmi Boikot Sawit Malaysia, India Mengalihkan Pembeliannya ke Indonesia

TRIBUN-MEDAN.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sudah beberapa kali melontarkan kritik pada pemerintah India atas masalah yang terjadi di Kashmir.

Dilansir dari Reuters, para importir minyak mentah sawit atau crude palm oil ( CPO) di India, sudah sepakat untuk secara efektif menghentikan semua pembelian sawit dari pemasok mereka di Malaysia.

Meski tidak diungkapkan secara resmi, Pemerintah India sendiri telah menganjurkan para importir CPO untuk memboikot produk sawit asal Negeri Jiran itu.

Seruan boikot para pengusaha India itu sebenarnya dikeluarkan beberapa minggu lalu, bersamaan dengan langkah yang diambil pemerintah India untuk membatasi impor CPO dan produk turunan sawit asal Malaysia.

Kebijakan itu dirilis pasca PM Malaysia Mahatir mengkritik tindakan kekerasan India di Kahsmir, serta penerapan UU Kewarganegaraan yang baru yang dinilai diskriminatif pada warga muslim.

"Secara resmi memang tidak ada larangan impor minyak sawit dari Malaysia. Tetapi tak seorang pun mengimpor karena instruksi pemerintah," kata salah seorang pengusaha pemilik perusahaan pengolahan sawit terkemuka di India.

Presiden RI Joko Widodo mengajak Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi bermain layang-layang di halaman Monas, Jakarta, Rabu (30/5/2018).
Presiden RI Joko Widodo mengajak Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi bermain layang-layang di halaman Monas, Jakarta, Rabu (30/5/2018). (TRIBUNNEWS/Seno Tri Sulistyono)

Imbasnya, para importir India mengalihkan pembeliannya ke Indonesia, meski dengan harga lebih mahal sekalipun.

"Kami bisa saja tetap mengimpor CPO dari Malaysia, tetapi pemerintah sudah memperingatkan: Jangan datang kepada kami kalau pengirimanmu macet," kata seorang importir minyak sawit yang berbasis di Mumbai.

"Memangnya siapa yang mau kalau pengirimannya macet di pelabuhan," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved